2025 Jadi Tahun Haji Akbar, Keutamaannya Setara 70 Kali Haji

Menag mengumumkan bahwa tahun 2025 akan menjadi Tahun Haji Akbar, yang bertepatan dengan puncak wukuf di Arafah pada Jumat, 6 Juni 2025.

Jun 5, 2025 16:00 · 1 tahun lalu
2025 Jadi Tahun Haji Akbar, Keutamaannya Setara 70 Kali Haji
2025 Jadi Tahun Haji Akbar, Keutamaannya Setara 70 Kali Haji

INFOBAIK I JAKARTA,– Kabar gembira datang dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dalam acara Bimbingan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede. 

Menag mengumumkan bahwa tahun 2025 akan menjadi Tahun Haji Akbar, yang bertepatan dengan puncak wukuf di Arafah pada Jumat, 6 Juni 2025.

“Bersyukurlah Bapak Ibu sekalian, insya Allah tahun ini adalah haji akbar. Puncak haji kita pada tanggal 6 Juni 2025. Kita lebarannya sama, puasanya sama, kemudian juga haji akbarnya juga sama,” ujar Menag disambut antusias para peserta.

Menag menjelaskan, dalam hadis Nabi, haji akbar memiliki keutamaan yang luar biasa—setara dengan 70 kali haji biasa. “Kalau Bapak-Ibu haji tahun ini, sama dengan 70 kali haji. Ini kesempatan luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan pentingnya meraih haji mabrur, bukan sekadar haji makbul. “Makbul itu jika semua rukun dan syarat haji terpenuhi. Tapi mabrur lebih dari itu—ia diukur setelah kita kembali ke tanah air. Tandanya adalah perubahan akhlak, peningkatan ibadah, serta semakin jauhnya kita dari dosa,” jelasnya.

Ia juga mengutip hadis Bukhari Muslim yang menyebut haji mabrur tidak memiliki balasan kecuali surga. “Orang yang pulang dari haji mabrur itu seperti bayi yang baru lahir, bersih dari dosa.”

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengapresiasi kinerja Indonesia yang kerap mendapatkan penghargaan dari pemerintah Arab Saudi. “Seperlima jamaah haji dunia adalah dari Indonesia, dan alhamdulillah tingkat pelanggarannya paling rendah,” ujarnya bangga.

Ia juga menegaskan bahwa pelayanan haji tidak boleh tebang pilih. "Saya tekankan kepada petugas haji, jangan pilih-pilih jamaah. Ini amanah. Bila ada laporan penelantaran, kami pastikan mereka tidak akan dipakai lagi," tegasnya.

Untuk memotivasi petugas haji, Menag mengatakan bahwa pahala mereka bisa berlipat. “Jamaah bisa istirahat, tapi petugas harus tetap siaga. Pahalanya bisa lebih besar, asalkan ikhlas dan maksimal dalam melayani.”

Menutup sambutannya, Menag menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan haji. “Kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi kami hanya manusia biasa. Mohon maaf atas segala keterbatasan,” ucapnya dengan rendah hati.

Kegiatan manasik nasional ini diikuti oleh 1.500 jemaah haji DKI Jakarta dan sekitarnya secara luring, serta lebih dari 141 ribu jemaah lainnya secara daring dari 500 titik di seluruh Indonesia.