Aura Kasih Pilih Ternak Ayam, Tak Kejar Cuan Besar
Aura Kasih menjalankan bisnis peternakan ayam dan pertanian selama empat tahun. Ia memilih mengejar stabilitas usaha dan ketahanan pangan daripada keuntungan besar.
INFOBAIK I JAKARTA, – Aura Kasih mengembangkan bisnis peternakan ayam dan pertanian sebagai pilihan usaha jangka panjang. Selama empat tahun terakhir, penyanyi tersebut menjalankan peternakan ayam pedaging sekaligus mengelola sawah dan kebun.
Aura Kasih memilih sektor pangan karena pengalaman pandemi COVID-19 membuatnya semakin menyadari pentingnya ketahanan pangan. Ia kemudian mulai membeli sawah, mengelola lahan pertanian, dan membangun peternakan ayam.
“Aku dari empat tahun yang lalu. Karena aku basic-nya dari kampung. Jadi memang penginnya coba bisnis di situ, belajar,” kata Aura dikutip detikcom
Ia mengaku masih mengembangkan bisnis tersebut secara bertahap. Aura Kasih belum ingin memperbesar skala peternakan karena masih terus mempelajari pengelolaan usaha.
“Masih dikit, belum banyak. Masih belajar soalnya. Pelan-pelanlah. Skala besar banget belum,” ujarnya.
Aura Kasih juga tidak tertarik mengikuti tren bisnis lifestyle. Ia justru memilih usaha konvensional yang menurutnya memiliki manfaat dan prospek jangka panjang.
“Karena buat aku ya ketahanan pangan. At least ketahanan pangan mandiri dulu deh. Kalau ada duit beli sawah gitu. Aku tuh lebih ke situ,” tuturnya.
Selain menjalankan peternakan ayam, Aura Kasih membeli sawah dan mengelola lahan pertanian. Ia menggandeng warga setempat untuk membantu mengelola lahan sekaligus berbagi hasil pertanian.
“Sebenarnya aku sama orang setempat saja. Kayak aku misalnya beli sawah tuh sharing juga sama warga setempat. Nanti beberapa kukasih ke warga, terus beberapa aku nyobain hasil tanah sendiri, dibawa ke Jakarta,” ungkapnya.
Ia juga sudah menikmati hasil panen dari lahan tersebut. Aura Kasih menyebut cabai dan berbagai jenis sayuran sebagai sejumlah hasil pertanian yang pernah ia panen.
“Sudahlah, pasti. Banyaklah, cabai, sayuran,” katanya.
Pengalaman saat pandemi turut mendorong Aura Kasih memilih sektor pertanian dan peternakan. Kala itu, ia mulai memikirkan kemungkinan terjadinya berbagai situasi yang dapat mengganggu ketersediaan pangan.
“Aku tuh agak kolot pemikirannya. Pas COVID aku bilang, ‘Ini bisnis gimana seram ya’. Terus kalau ada apa-apa, ada perang atau apa gimana. Jadi aku beli-beli sawah, kebun, bikin peternakan supaya ya itu dia, ketahanan pangan mandiri setidaknya,” jelasnya.
Aura Kasih menilai ayam memiliki peluang bisnis karena masyarakat membutuhkan sumber protein dengan harga yang relatif terjangkau. Karena itu, ia memilih fokus mengembangkan peternakan ayam.
“Untuk peternakan kan semua orang pasti butuh. Karena protein yang paling murah itu kan ayam. Aku main di ayam soalnya,” lanjutnya.
Setelah berjalan selama empat tahun, bisnis tersebut sudah menghasilkan. Aura Kasih kini menjual ayam pedaging dan menyebut produksi peternakannya berjalan stabil.
“Sudahlah, sudah alhamdulillah,” katanya.
Meski bisnisnya menghasilkan, Aura Kasih tidak memasang target keuntungan besar. Ia lebih mengutamakan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
“Aku tuh nggak suka ngejar duit yang gede-gede banget. Yang penting stabil. Jalannya lama pun nggak apa-apa, yang penting stabil saja,” ujarnya.
Aura Kasih juga mulai mengenalkan aktivitas pertanian kepada anaknya. Ia belum mengajak sang anak terlibat langsung dalam peternakan ayam, tetapi sudah mengajarinya bercocok tanam.
“Kalau ayam nggak, tapi aku ajarin nanam-nanam kok sering,” tuturnya.
Aura Kasih pun tidak mempermasalahkan anggapan bahwa pekerjaan di sektor peternakan dan pertanian identik dengan lingkungan yang kotor. Ia justru merasa akrab dengan aktivitas tersebut sejak kecil karena tumbuh di lingkungan pedesaan.
“Halah, aku basic-nya orang kampung. Dulu aku di kampung, di Tasik. Jadi sudah bergelut main di sawah, sudah biasa banget, jadi nggak apa-apa,” tutup Aura Kasih.
