BCA Perkuat Desa Wisata Berkelanjutan, Nicholas Saputra Turun Langsung ke Bali
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA kembali menegaskan perannya dalam mendorong pariwisata berkelanjutan dengan menggelar Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA
INFOBAIK I BALI, - Suasana Desa Wisata Taro, Bali, akhir Desember 2025 menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan komitmen untuk masa depan pariwisata Indonesia.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Corporate Shared Value (CSV) Bakti BCA kembali menegaskan dalam mendorong pariwisata berkelanjutan dengan menggelar Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA.
Kegiatan ini menghadirkan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra dan diikuti oleh 10 desa serta komunitas wisata binaan Bakti BCA dari berbagai daerah di Indonesia.
Forum ini dirancang sebagai wadah pembelajaran dan pertukaran pengalaman dalam pengelolaan destinasi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Perkuat Tata Kelola Pariwisata Berkualitas
Melalui forum tersebut, para pengurus Desa Bakti BCA mendapatkan pembekalan langsung dari pelaku industri pariwisata terkait tata kelola destinasi yang bertanggung jawab, berstandar tinggi, serta selaras dengan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).
Rangkaian kegiatan meliputi benchmarking ke Desa Wisata Penglipuran, cooking class di Taman Dukuh, serta sesi diskusi bersama Nicholas Saputra dan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.
Pemilihan Desa Wisata Penglipuran sebagai lokasi benchmarking didasarkan pada reputasinya sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik versi United Nations World Tourism Organization (UN Tourism). Sementara itu, Nicholas Saputra dihadirkan sebagai narasumber karena rekam jejaknya dalam mengembangkan usaha pariwisata yang berlandaskan prinsip keinginan dan pengalaman wisata berkualitas.
BCA Dorong Pariwisata Berbasis Dampak Positif
Hera F. Haryn menegaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat kapasitas desa dan komunitas wisata agar mampu mengelola destinasi secara berkelanjutan.
“Pariwisata yang berkualitas tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata yang bermakna, penerapan standar layanan unggul, serta dampak positif bagi perekonomian, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan. Kami berharap forum ini menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata desa,” ujar Hera.
Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan melalui pilar Desa Bakti BCA. Dalam pelaksanaannya, BCA mengacu pada Permenparekraf No. 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, sekaligus mendukung strategi nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Adapun 10 desa dan komunitas wisata yang mengikuti kegiatan ini berasal dari:
Desa Wisata Hijau Bilebante (NTB)
Kampung Adat Nagari Sijunjung (Sumatera Barat)
Desa Wisata Pentingsari (Yogyakarta)
Wisata Wayang Desa Wukirsari (Yogyakarta)
Kampung Adat Prai Ijing/Tebara (NTT)
Desa Wisata Edelweiss Wonokitri (Jawa Timur)
Desa Wisata Pulau Derawan (Kalimantan Timur)
Desa Wisata Patakbanteng (Jawa Tengah)
Desa Wisata Tamansari (Jawa Timur)
Desa Wisata Taro (Bali)
Pada kesempatan tersebut, Nicholas Saputra menekankan pentingnya pengelolaan destinasi wisata yang konsisten menjunjung prinsip usus.
“Setiap destinasi memiliki karakter dan cerita yang unik. Pengelolaannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat, sambil tetap menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, pelestarian alam dan budaya, serta keterlibatan masyarakat lokal,” ujar Nicholas.
Ia meyakini bahwa pendekatan pariwisata yang bertanggung jawab akan memberikan manfaat jangka panjang bagi desa wisata dan lingkungan sekitarnya.
Bina Puluhan Desa Wisata Berprestasi
Saat ini, BCA membina 27 desa wisata secara intensif di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah Desa Bakti BCA telah meraih penghargaan nasional dan internasional. Pada ASEAN Tourism Awards 2025, enam Desa Bakti BCA meraih penghargaan, termasuk Kampung Adat Nagari Sijunjung, Desa Wisata Taro, dan Desa Wisata Hijau Bilebante.
Selain itu, Desa Wisata Taro dan Desa Wisata Hijau Bilebante terpilih sebagai Program Peningkatan Desa Wisata Terbaik UN Tourism 2023. Terbaru, BCA juga mendampingi enam Desa Bakti BCA memperoleh Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
