BI Jabar Perluas Layanan Rupiah dan Literasi Digital hingga Cikelet Garut

Bank Indonesia memperluas layanan Rupiah, edukasi kebanksentralan, QRIS, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui BI BERKIBAR di Cikelet, Garut.

Sep 22, 2026 17:16 · 14 hari lalu
BI Jabar Perluas Layanan Rupiah dan Literasi Digital hingga Cikelet Garut
BI Jabar Perluas Layanan Rupiah dan Literasi Digital hingga Cikelet Garut

INFOBAIK I GARUT, – Perluasan akses layanan keuangan dan penguatan literasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Jawa Barat. 

Bank Indonesia (BI) memperluas jangkauan layanan tersebut melalui program BI BERKIBAR (Bank Indonesia Beri Makna untuk Jawa Barat) di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Cikoer, Cikelet, Selasa (22/9/2026) menghadirkan layanan penukaran uang Rupiah sekaligus edukasi kebanksentralan bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kas.

BACA JUGA: BI Jabar Perkuat Literasi Ekonomi dan Digital Lewat Pages & Plates Festival 2026

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, mengatakan BI BERKIBAR merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia untuk memperkuat kehadiran institusi di tengah masyarakat.

“BI BERKIBAR merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia untuk hadir lebih dekat dan memberikan makna bagi masyarakat Jawa Barat. Melalui layanan, edukasi, dan sinergi dengan berbagai pihak, kami ingin memastikan kehadiran Bank Indonesia memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus berkontribusi pada penguatan perekonomian daerah,” ujar Naniek.

Selain layanan Rupiah, BI BERKIBAR membawa sejumlah agenda yang berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat, mulai dari keterjangkauan pangan, pemberdayaan UMKM dan petani, pengembangan potensi generasi muda, hingga perluasan transaksi pembayaran digital.

Salah satu fokus yang diperkuat adalah pemanfaatan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital. Masyarakat mendapatkan edukasi mengenai manfaat, tata cara penggunaan, serta aspek keamanan dalam melakukan transaksi menggunakan QRIS.

Edukasi digital tersebut juga diperluas ke lingkungan pendidikan melalui seremoni Sekolah Pakai QRIS bersama SMA Muhammadiyah dan MA Ma’arif di Cikelet. Program ini diarahkan untuk memperkenalkan transaksi digital sejak lingkungan sekolah sekaligus mendorong kebiasaan pembayaran yang mudah, cepat, dan aman.

Dari sisi pemenuhan kebutuhan masyarakat, BI BERKIBAR juga menghadirkan layanan terpadu hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Masyarakat dapat mengakses penukaran uang, layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil, layanan kesehatan, layanan perbankan, bazar UMKM, hingga pembuatan kartu nelayan dalam satu lokasi.

Sinergi tersebut juga diarahkan untuk menjaga keterjangkauan pangan. Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Garut menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga terjangkau.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Garut, Dedy Mulyadi, mengatakan kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pengendalian inflasi di daerah.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat yang telah menyelenggarakan BI BERKIBAR di Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah dalam menjaga stabilitas harga,” ujar Dedy.

Menurut dia, Kabupaten Garut juga telah memperoleh apresiasi dari Pemerintah Pusat atas kinerja pengendalian inflasi terbaik tingkat kabupaten. Capaian tersebut dinilai menjadi dorongan untuk mempertahankan upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Penguatan sektor pangan turut dilakukan melalui program Tebus Murah Sayuran Segar yang melibatkan klaster binaan Bank Indonesia Jawa Barat. Produk sayuran segar dari petani binaan di Garut dipasarkan langsung kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

Program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan segar, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk petani sekaligus memperkuat kontribusi klaster binaan terhadap ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, aspek pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari BI BERKIBAR. Sejumlah kegiatan bagi pelajar digelar, di antaranya kompetisi Ranking 1 dan pencak silat.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar didorong untuk meningkatkan wawasan, kreativitas, sportivitas, serta kemampuan berprestasi dalam suasana pembelajaran yang interaktif.

Naniek menegaskan, perluasan layanan melalui BI BERKIBAR merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia mendekatkan layanan Rupiah dan edukasi kebanksentralan kepada masyarakat, termasuk di wilayah perbatasan Jawa Barat.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, petani, komunitas, dan generasi muda diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat Jawa Barat secara inklusif dan berkelanjutan.