BI Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun Uang Tunai Selama Ramadan–Idulfitri 2026

Bank Indonesia Jawa Barat menyiapkan Rp16,7 triliun uang tunai melalui program SERAMBI 2026 untuk menjaga likuiditas, kelancaran transaksi, dan stabilitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Feb 13, 2026 19:58 · 8 bulan lalu
BI Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun Uang Tunai Selama Ramadan–Idulfitri 2026

INFOBAIK I BANDUNG,- Upaya mendorong perekonomian daerah selama Ramadhan dan Idulfitri 2026 kembali diperkuat. Bank Indonesia bersama perbankan se-Jawa Barat (Jabar) menyiapkan strategi likuiditas melalui penguatan layanan penukaran uang Rupiah, demi memastikan lancarnya transaksi masyarakat pada periode konsumsi tertinggi dalam setahun.

Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 resmi diluncurkan di Bandung (13/2) oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur, bersama pimpinan perbankan wilayah. 

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur mengatakan peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari kick off nasional SERAMBI 2026 yang sebelumnya dibuka oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali di Jakarta, mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”.

Dari sisi ekonomi, BI se-Jawa Barat mengalokasikan uang Rupiah sebesar Rp16,7 triliun untuk periode Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Rinciannya, Rp10,29 triliun disiapkan oleh BI Jawa Barat, Rp2,55 triliun oleh BI Tasikmalaya, dan Rp3,89 triliun oleh BI Cirebon. 

“Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan optimisme aktivitas ekonomi masyarakat komitmen sekaligus menjaga kecukupan uang layak edar di tengah kebutuhan belanja, tradisi berbagi, hingga arus mudik,” jelasnya

Namun, strategi penyediaan uang tunai tersebut dirancang adaptif dengan perkembangan ekonomi digital. Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan transaksi nontunai yang konsisten membuat pola konsumsi masyarakat semakin terukur. Artinya, kebutuhan uang kartu tetap meningkat secara musiman, namun dikelola lebih efisien agar tidak mengganggu stabilitas sistem pembayaran maupun pengendalian inflasi daerah.

Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, BI dan perbankan membuka 359 titik penukaran di 27 kabupaten/kota, termasuk 285 loket perbankan, selama periode 2–12 Maret 2026. Jangkauan layanan mencakup ke pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat—mulai dari masjid, pusat olahraga, terminal, hingga rest area jalan tol—sehingga mendukung transaksi di pusat konsumsi dan jalur mudik.

Kepala BI Jabar menyebutkan, seluruh proses penukaran dilakukan secara terencana melalui aplikasi PINTAR, guna memastikan layanan yang tertib, transparan, dan aman. Masyarakat dapat menukarkan uang dalam bentuk paket senilai Rp5,3 juta, dengan komposisi pecahan Rp50.000 hingga Rp1.000. Pemesanan dibuka dalam dua tahap, yakni 13 Februari 2026 untuk penukaran Februari dan 26 Februari 2026 untuk penukaran Maret.

“Dari perspektif makro, kebijakan ini menjadi bagian dari orkestrasi besar yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Ketersediaan uang tunai yang mampu menopang konsumsi rumah tangga—kontributor utama PDRB—sementara peningkatan pembayaran digital membantu efisiensi dan keamanan transaksi,” jelasnya

Lebih jauh lagi, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat memaknai Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol pelestarian ekonomi. Melalui kampanye 5J—Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan terhubung—masyarakat diharapkan juga menjaga kualitas uang kartu.

Dengan sinergi yang kuat antara otoritas moneter, perbankan, dan masyarakat, Ramadhan dan Idulfitri 2026 diharapkan tidak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga memperkuat stabilitas perekonomian, kelancaran sistem pembayaran, serta daya beli Jawa Barat masyarakat secara berkelanjutan.