Bio Farma Ukir Prestasi Lingkungan, 10 Kali Raih PROPER Emas Tanpa Putus

Bio Farma kembali menorehkan prestasi dengan meraih PROPER Emas ke-10 dan penghargaan Green Leadership 2025. Komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat jadi kunci keberhasilan BUMN ini.

Apr 8, 2026 08:36 · 6 bulan lalu
Bio Farma Ukir Prestasi Lingkungan, 10 Kali Raih PROPER Emas Tanpa Putus
Bio Farma Ukir Prestasi Lingkungan, 10 Kali Raih PROPER Emas Tanpa Putus

INFOBAIK I JAKARTA, – PT Bio Farma (Persero) kembali menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang tidak hanya fokus pada kinerja usaha, tetapi juga pada kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan raihan Penghargaan PROPER dengan predikat Emas untuk ke-10 dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER dan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Tahun Kinerja 2025. 

Pada kesempatan yang sama, Bio Farma juga untuk pertama kalinya menerima penghargaan Green Leadership, yang merupakan pengakuan atas kepemimpinan perusahaan dalam mendorong keinginan lingkungan secara konsisten dan terintegrasi dalam proses bisnis.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Hidup Bio Farma, Jeffri Susanto.

Dalam sambutannya, Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa PROPER ke depan akan terus bertransformasi, tidak hanya sebagai ajang pemeringkatan kinerja perusahaan, tetapi juga memiliki fungsi pengawasan dan penegakan hukum lingkungan.

“Tahun ini pelaksanaan PROPER dilaksanakan secara berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun 2026 ini, PROPER mulai bertransformasi tidak hanya fokus pada pemberian predikat atau pemeringkatan kinerja saja, namun memiliki fungsi sebagai pengawasan dan penegakan hukum. Lebih lanjut lagi, PROPER nantinya tidak akan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup saja, tetapi dibantu juga pengawasannya oleh pemerintah juga di tingkat daerah,” kata Hanif, Selasa (7/4/2026)

Pada kesempatan tersebut, Hanif juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia secara khusus menekankan pentingnya kontribusi perusahaan-perusahaan peraih PROPER Emas yang dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bio Farma, Jeffri Susanto, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip hasrat ke dalam proses bisnis, sekaligus memperkuat peran Bio Farma sebagai BUMN yang hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pencapaian PROPER Emas yang dianugerahi dan dianugerahi Green Leadership yang untuk pertama kalinya kami terima ini merupakan hasil dari komitmen dan konsistensi seluruh insan Bio Farma dalam mengintegrasikan aspek keinginan ke dalam proses bisnis perusahaan. Bagi Bio Farma, keberhasilan ini bukan semata-mata pengakuan atas kinerja perusahaan, tetapi juga cerminan dari tanggung jawab kami sebagai BUMN untuk memastikan kehadiran perusahaan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Jeffri.

Dalam penilaian PROPER Tahun Kinerja 2025, Bio Farma mengusung dua kekuatan utama, yaitu eco Innovation pada proses produksi vaksin dan program pemberdayaan masyarakat Kampung Berseka di Desa Padaasih, Sumedang, Jawa Barat. Pada aspek lingkungan, Bio Farma menjalankan inovasi berbasis penilaian siklus hidup pada tahapan produksi yang menjadi dampak hotspot. Program tersebut meliputi Smart Heat Integration Condensate Flash Steam Reutilization untuk Boiler Feedwater Heating, Hydrooboost Cleaning Pipe (HYPE), dan Seamless Automated Load Transition for Emission Reduction.

Melalui inovasi tersebut, Bio Farma berhasil mencatatkan efisiensi energi sebesar 3.452 GJ per tahun, penghematan udara sebesar 155 m3 per tahun, serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 1.617,5 ton CO2eq per tahun. Capaian ini menunjukkan bahwa komitmen lingkungan perusahaan tidak berhenti pada komitmennya, tetapi diterjemahkan menjadi inovasi operasional yang terukur dan berdampak nyata.

Pada saat yang sama, kunjungan di Bio Farma juga diwujudkan melalui Kampung Berseka, sebuah program yang menampilkan bagaimana kehadiran BUMN dapat memperkuat kapasitas masyarakat, membuka tambah nilai ekonomi, dan memperbaiki akses layanan dasar. Dalam program ini, Bio Farma membina Komunitas Budidaya Lebah Teuweul melalui peningkatan kualitas produk madu dan propolis, penguatan legalitas usaha seperti NIB, sertifikasi halal, dan PIRT, serta pengembangan diversifikasi produk dari sisa pemerasan madu menjadi propolis dan turunannya. Program ini juga melibatkan generasi muda dalam pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.

Dari sisi dampak sosial-ekonomi, presentasi teknis mencatat bahwa program tersebut telah mendorong peningkatan jumlah anggota Budidaya Teuweul dari 18 menjadi 25 orang, melibatkan 12 pemuda, meningkatkan nilai jual madu dari sekitar Rp170.000 per liter menjadi Rp440.000 per liter, serta meningkatkan nilai tambah produk turunan propolis. Pada saat yang sama, intervensi perusahaan juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat melalui perbaikan akses air bersih dan irigasi. Manfaat program berkisar menjangkau 227 rumah tangga di 5 dusun pada aspek air bersih, dengan luas penerima manfaat pipanisasi menjadi 274 rumah tangga di 6 dusun, serta mendukung pengairan lahan pertanian seluas 192 hektare.

Menurut Jeffri, inilah makna penting keberadaan BUMN di tengah masyarakat, tidak hanya menciptakan nilai ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui penguatan kualitas hidup, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Bagi Bio Farma, kehancuran bukan hanya sekedar memenuhi standar, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi dan setiap proses bisnis yang dijalankan tidak hanya mendukung kinerja perusahaan, tetapi juga memperkuat kehadiran negara melalui BUMN yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan Indonesia,” tambah Jeffri.

Raihan PROPER Emas ke-10 dan Green Leadership ini semakin menegaskan posisi Bio Farma sebagai BUMN life science yang menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan. Melalui pengelolaan lingkungan yang konsisten, proses inovasi yang terukur, dan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak, Bio Farma terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional, ketahanan kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.