Biofarma Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Subang, Warga Desa Cupunagara Rasakan Manfaat Nyata

PT Bio Farma (Persero) tidak hanya dikenal sebagai produsen vaksin dan induk holding BUMN farmasi, tetapi juga sebagai perusahaan yang aktif mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat pedesaan.

Sep 4, 2025 10:00 · 1 tahun lalu
Biofarma Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Subang, Warga Desa Cupunagara Rasakan Manfaat Nyata
Biofarma Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Subang, Warga Desa Cupunagara Rasakan Manfaat Nyata

INFOBAIK I BANDUNG, - PT Bio Farma (Persero) tidak hanya dikenal sebagai produsen vaksin dan induk holding BUMN farmasi, tetapi juga sebagai perusahaan yang aktif mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat pedesaan. 

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Biofarma Group menyelenggarakan pengobatan gratis dan khitanan massal di Desa Cupunagara, Kabupaten Subang, dengan jumlah peserta lebih dari 300 orang.

Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian BUMN farmasi dalam mendukung pemerataan akses kesehatan, terutama di daerah yang masih terbatas fasilitas medisnya. Tidak sekadar memberikan layanan medis, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat sejak dini.

“Biofarma Group berkomitmen hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan kesehatan yang merata. Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, sekaligus mendukung agenda Asta Cita Presiden,” jelas Guruh Susanto, AVP TJSL Bio Farma, Kamis (4/9/2025) 

Kepala Desa Cupunagara, Walidin Hidayat, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Biofarma Group. Menurutnya, kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan. “Inisiatif ini menjadi bukti kepedulian BUMN terhadap masyarakat pedesaan yang membutuhkan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosial ini, Biofarma Group sekali lagi menunjukkan bahwa kiprah perusahaan BUMN tidak hanya sebatas bisnis dan inovasi, melainkan juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran mereka di Subang menjadi simbol bahwa pembangunan kesehatan nasional harus dimulai dari desa.