BNI Perluas Pasar UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

BNI memperluas pasar UMKM batik melalui Puspa Nuswantara 2026 dengan menghadirkan tiga mitra binaan, mendorong daya saing, inovasi eco-batik, dan ekonomi kreatif nasional.

Jul 10, 2026 19:38 · 3 bulan lalu
BNI Perluas Pasar UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026
BNI Perluas Pasar UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

INFOBAIK I BANDUNG,– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM batik dengan menghadirkan tiga mitra binaannya dalam pameran Puspa Nuswantara 2026.

Langkah ini memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.

BNI membawa tiga mitra binaan yang bergerak di sektor batik dan kriya untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat, kolektor, hingga calon mitra bisnis. Pameran bertema "Rupa Makna Tambal Nusantara" tersebut menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan meningkatkan peluang penjualan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan keikutsertaan mitra binaan dalam Puspa Nuswantara 2026 merupakan bagian dari strategi perseroan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.

"Melalui keikutsertaan dalam Puspa Nuswantara, BNI ingin memperkenalkan para perajin batik binaan kepada masyarakat dan pencinta batik Nusantara. Kami juga ingin memperluas peluang kolaborasi sehingga produk-produk unggulan UMKM binaan dapat menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Okki, Jumat (10/7/2026).

Dari tiga mitra binaan yang berpartisipasi, dua di antaranya merupakan pelaku usaha batik, yaitu Kampoeng Laweyan dan Rumah BUMN Wonogiri. Keduanya menampilkan beragam produk batik yang mengedepankan kualitas sekaligus inovasi dalam proses produksi.

BNI juga mendorong pengembangan industri batik yang berkelanjutan. Kampoeng Laweyan menjadi salah satu pelopor eco-batik dengan memanfaatkan malam atau lilin berbahan dasar minyak sawit sebagai pengganti lilin kimia konvensional. Inovasi tersebut mendapat dukungan dari CECT Universitas Trisakti dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Penggunaan malam berbahan dasar minyak sawit membuat proses produksi batik menjadi lebih aman, bersih, dan ramah lingkungan tanpa mengurangi kualitas hasil karya para perajin.

Melalui partisipasi dalam Puspa Nuswantara 2026, BNI terus memperkuat perannya dalam meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar produk lokal, serta mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia melalui industri batik yang inovatif dan berkelanjutan.