BRIN–Len Garap Night Vision dan Thermal Imaging Lokal, Lompatan Teknologi Sensor Pertahanan Nasional

Kolaborasi BRIN dan PT Len Industri kembangkan Night Vision Goggle dan Thermal Imaging lokal, memperkuat kemandirian teknologi sensor pertahanan nasional Indonesia.

Feb 11, 2026 10:36 · 8 bulan lalu
BRIN–Len Garap Night Vision dan Thermal Imaging Lokal, Lompatan Teknologi Sensor Pertahanan Nasional
BRIN–Len Garap Night Vision & Thermal Imaging Lokal, Lompatan Teknologi Sensor Pertahanan Nasional

INFOBAIK I JAKARTA,- Di tengah akselerasi teknologi pertahanan global yang semakin canggih dan berbasis sensor pintar, ketergantungan pada sistem impor dinilai berisiko terhadap kedaulatan nasional. Menjawab tantangan tersebut, PT Len Industri (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil langkah strategis dengan mengembangkan teknologi Night Vision Goggle (NVG) dan Thermal Imaging Devices buatan dalam negeri.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Pusat Riset Fotonika BRIN Prof. Dr. Isnaeni, M.Sc. dan Direktur Teknologi & Manajemen Risiko PT Len Industri (Persero) Amalia Maya Fitri. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam penguasaan teknologi sensor optoelektronik, yang merupakan jantung dari sistem pertahanan modern berbasis penginderaan cerdas.

Night Vision Goggle (NVG) dan perangkat pencitraan termal merupakan teknologi krusial yang memungkinkan visualisasi objek dalam kondisi minim cahaya hingga gelap total, baik melalui pemanfaatan cahaya residual maupun radiasi inframerah. Teknologi ini memainkan peran vital dalam operasi militer malam hari, pengawasan wilayah strategis, keamanan perbatasan, hingga perlindungan objek vital nasional.

Penguasaan teknologi NVG dan thermal imaging secara mandiri menjadi faktor strategis untuk memperkuat ketahanan teknologi nasional, sekaligus mengurangi risiko embargo, keterbatasan suku cadang, dan ketergantungan sistemik pada pemasok luar negeri.

Kolaborasi BRIN dan Len dinilai strategis karena menyatukan dua kekuatan utama dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi. BRIN berperan sebagai pusat unggulan riset dan pengembangan teknologi dasar, khususnya di bidang fotonika dan sensor optik. Sementara itu, Len memiliki kapabilitas kuat dalam rekayasa sistem, industrialisasi, dan integrasi teknologi pertahanan.

Sinergi ini memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi menjadi produk siap pakai yang memenuhi standar operasional pengguna dalam negeri. Dengan pendekatan ini, Indonesia berpeluang mempercepat penguasaan teknologi kunci yang selama ini didominasi negara maju.

“Kolaborasi ini penting untuk menghadirkan teknologi penglihatan malam dan pencitraan termal yang andal, kompetitif, dan siap digunakan di dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan serta kemandirian teknologi pertahanan nasional,” ujar Amalia Maya Fitri, Rabu (11/2/2026)

Sebagai nilai tambah strategis, pengembangan NVG dan thermal imaging dalam negeri memberikan dampak langsung terhadap peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), efisiensi biaya pengadaan, serta kemudahan pemeliharaan sepanjang siklus hidup produk. Dukungan teknis pun dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa bergantung pada pihak asing.

Tak hanya memenuhi kebutuhan TNI dan aparat keamanan secara lebih cepat dan aman, penguasaan teknologi ini juga membuka peluang ekspor produk pertahanan bernilai tinggi. Dengan demikian, industri pertahanan nasional berpotensi naik kelas sebagai pemain kompetitif di pasar regional hingga global.

Kolaborasi BRIN dan Len menjadi bukti bahwa penguatan teknologi pertahanan tidak hanya soal alutsista, tetapi juga tentang penguasaan sensor cerdas dan teknologi kunci yang menjadi fondasi sistem pertahanan masa depan Indonesia.