Bukan Meteor! Misteri Cahaya di Langit Lampung Ternyata Sampah Roket

Fenomena cahaya misterius di langit Lampung yang viral ternyata bukan meteor, melainkan sampah antariksa dari roket China. Simak penjelasan ilmiah lengkapnya di sini.

Apr 5, 2026 20:00 · 6 bulan lalu
Bukan Meteor! Misteri Cahaya di Langit Lampung Ternyata Sampah Roket
Bukan Meteor! Misteri Cahaya di Langit Lampung Ternyata Sampah Roket

INFOBAIK I BANDUNG,- Fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Lampung mendadak viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi publik. 

Banyak warganet menyebutnya sebagai meteor jatuh, bahkan tak sedikit yang mengaitkannya dengan pertanda alam. Namun, fakta ilmiah justru mengungkap cerita yang jauh berbeda.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 4 April 2026 itu sempat terekam dalam sejumlah video yang memperlihatkan cahaya terang melesat di langit, diikuti kobaran api saat diduga jatuh di wilayah Gedung Aji, Lampung. Visual dramatis ini membuat publik terkesima sekaligus penasaran.

Alih-alih meteor, Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memastikan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa, yang diduga berasal dari bagian roket China Long March (CZ-3B R/B). 

Benda ini memasuki atmosfer bumi dan terbakar akibat gesekan ekstrem, menciptakan efek visual yang mirip dengan meteor.

Fenomena ini membuka mata publik bahwa tidak semua “bintang jatuh” adalah fenomena alam murni. Dalam beberapa dekade terakhir, aktivitas peluncuran satelit dan roket yang semakin intens turut meninggalkan jejak berupa puing-puing di orbit bumi.

Secara ilmiah, meteor merupakan batuan luar angkasa (meteoroid) yang terbakar saat memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi. Sementara itu, sampah antariksa adalah benda buatan manusia—seperti sisa roket atau satelit—yang kembali ke bumi dan terbakar di lapisan atmosfer.

Meski terlihat serupa dari permukaan bumi, keduanya memiliki asal-usul yang sangat berbeda. Meteor berasal dari ruang angkasa alami, sedangkan sampah antariksa adalah “warisan” aktivitas manusia di luar angkasa.

Fenomena di Lampung ini sekaligus menjadi pengingat bahwa langit bukan hanya milik bintang dan planet, tetapi juga semakin dipenuhi oleh jejak teknologi manusia. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah antariksa berpotensi menjadi ancaman, baik di orbit maupun saat jatuh ke bumi.

Peristiwa ini pun menjadi momen edukasi penting bagi masyarakat untuk lebih memahami fenomena astronomi secara ilmiah, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap dampak eksplorasi luar angkasa yang terus berkembang.