Bukan Pedang, Tapi Pacul! Pernikahan Santri Ini Bikin Netizen Tersenyum dan Terharu

Pernikahan santri ini viral karena prosesi unik “Pacul Pora”. Bukan pedang pora, tapi pacul dan sekop jadi simbol cinta sederhana yang bikin netizen terharu dan tersenyum.

May 14, 2026 20:00 · 5 bulan lalu
Bukan Pedang, Tapi Pacul! Pernikahan Santri Ini Bikin Netizen Tersenyum dan Terharu
Bukan Pedang, Tapi Pacul! Pernikahan Santri Ini Bikin Netizen Tersenyum dan Terharu /Okezone

INFOBAIK I BANDUNG,– Jika biasanya pernikahan identik dengan prosesi mewah dan simbol penghormatan ala pedang pora, pasangan santri satu ini justru memilih jalan yang berbeda. Alih-alih pedang berkilau, lorong pernikahan mereka dibentuk dari pacul dan sekop—sederhana, unik, dan penuh makna.

Video prosesi yang kemudian dijuluki “Pacul Pora” itu viral setelah diunggah ke TikTok, menampilkan iring-iringan pengantin pria yang melangkah melewati barisan pacul dan lorong layaknya lorong kehormatan. 

Pemandangan tak biasa ini langsung menyita perhatian warganet.

Kalimat dalam video berbunyi, “Bedil = nooo, Pacul & Sekop = yesss”, seolah menegaskan pesan kuat: kehormatan tak selalu datang dari seragam atau senjata, tetapi dari kerja keras dan pengabdian.

Tak sedikit netizen yang awalnya mengira prosesi itu hanya candaan. Namun rasa penasaran berubah menjadi haru ketika terungkap bahwa sang pengantin pria adalah seorang santri yang sehari-harinya terlibat langsung dalam pembangunan pondok pesantren.

Komentar pun membanjiri unggahan tersebut. Ada yang berseloroh, ada pula yang menyentuh. Salah satu komentar menyebut, “Ini nikah paling jujur​​dan membumi yang pernah aku lihat.” Bahkan muncul doa unik dari warganet, “Sakinah, mawaddah, wamacul.”

Menariknya, sang pengantin dengan santai membalas komentar netizen yang profesinya. Jawabannya singkat namun penuh makna: “Santri + ustaz + mandor.” Sebuah identitas yang mencerminkan kesederhanaan, keikhlasan, dan kerja nyata.

Prosesi “Pacul Pora” ini bukan sekadar viral karena kelucuannya, melainkan karena pesannya yang ada di dalamnya. Di tengah tren pernikahan mewah dan glamor, kisah ini hadir sebagai pengingat bahwa cinta, komitmen, dan kesakralan pernikahan tak diukur dari mahalnya dekorasi.

Justru dari pacul dan perasaan itulah, publik melihat romantisme yang berbeda—romantisme yang tumbuh dari tanah, kerja keras, dan niat membangun masa depan bersama.

Tak heran jika banyak netizen menyebut pernikahan ini sebagai “tujuan pernikahan versi rakyat”: sederhana, jujur, dan menyentuh hati.