Cabai dan Bawang Tahan Laju Inflasi, Jabar Deflasi 0,32 Mei 2025

Setelah dua bulan berturut-turut mengalami inflasi cukup tinggi, Jawa Barat kembali alami deflasi pada Mei 2025. Inflasi bulanan (month to month) Mei 2025 sebesar -0,32 persen yang berarti mengalami deflasi.

Jun 2, 2025 12:31 · 1 tahun lalu
Cabai dan Bawang Tahan Laju Inflasi, Jabar Deflasi 0,32 Mei 2025
Cabai dan Bawang Tahan Laju Inflasi, Jabar Deflasi 0,32 Mei 2025

INFOBAIK I BANDUNG,– Setelah dua bulan berturut-turut mengalami inflasi cukup tinggi, Jawa Barat kembali alami deflasi pada Mei 2025. Inflasi bulanan (month to month) Mei 2025 sebesar -0,32 persen yang berarti mengalami deflasi. Demikian disampaikan Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus pada rilis Berita Resmi Statistik di Aula Kantor BPS Provinsi Jawa Barat Senin, (2/6/2025).

Deflasi pada Mei 2025 menahan laju inflasi Jawa Barat secara tahunan. Inflasi tahun kalender _(year to date)_ sebesar 0,98 persen dan inflasi tahun ke tahun _(year on year)_ sebesar 1,47 persen.

Komoditas yang mendorong deflasi diantaranya cabai rawit 0,12 persen, bawang merah 0,10 persen, cabai merah 0,07 persen, daging ayam ras 0,04 persen dan bawang putih 0,03 persen. 

“Walau terjadi deflasi, ada juga komoditas yang mengalami inflasi diantaranya tomat inflasi 0,04 persen, emas perhiasan 0,02 persen, dan tarif pulsa ponsel 0,02 persen.”, jelas Darwis.

Secara kelompok pengeluaran ada tiga kelompok yang mengalami deflasi _month to month_ yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau deflasi 1,14 persen, kelompok transportasi deflasi 0,25 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga deflasi 0,01 persen.

“Kenaikan tarif pulsa ponsel mendorong kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Selain itu kelompok kesehatan juga inflasi sebesar 0,07 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran inflasi sebesar 0,04 persen”, rinci Darwis.

Menurut kabupaten/kota yang secara bulanan _(month to month)_ seluruhnya mengalami deflasi. Yang mengalami deflasi tertinggi yaitu Kota Bekasi 0,46 persen diikuti Kabupaten Bandung 0,37 persen. Sementara Kota Tasikmalaya mengalami deflasi terendah sebesar 0,01 persen.

“Secara _year on year_ yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Sukabumi sebesar 2,73 persen dan yang terendah adalah Kota Cirebon sebesar 0,98 persen”, kata Darwis.

Nilai Tukar Petani (NTP dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Alami Penurunan

Turunnya indeks harga diterima petani (It) yang lebih tinggi dibanding penurunan indeks harga dibayar petani (ib) sebabkan nilai tukar petani (NTP) Mei 2025 alami penurunan sebesar 0,14 persen.

NTP Mei 2025 sebesar 111,87 turun dibandingkan April 2025 yang sebesar 112,03. Penurunan NTP terjadi pada subsektor hortikultura 3,53 persen, dan subsektor perikanan 0,50. 

“Pada subsektor perikanan ini sektor nelayan mengalami kenaikan 0,30 persen, namun sektor pembudidaya ikan turun 0,80 persen”, terang Darwis.

Komoditas yang menyebakan indeks harga diterima petani (It) adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah. Sementara komoditas yang menyebabkan turunnya indeks harga dibayar petani (Ib) adalah cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras.

Sejalan dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) juga alami penurunan sebesar 0,48 persen. Indeks harga diterima petani (It) turun sebesar 0,35 persen, sedangkan Indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik sebesat 0,13 persen.

“Komoditas penyebab indeks harga diterima petani pada NTUP turun adalah cabai rawit, cabai merah dan bawang merah. Sedangkan komoditas yang menyebabkan BPPBM naik adalah bibit ayam ras, bibit sapi dan upah mencangkul”, terang Darwis.

Sementara itu rata-rata harga beras di penggilingan Mei 2025 alami kenaikan sebesar 0,46 persen secara _month to month_ dan naik 6,02 persen secara _year on year_. Kenaikan ini terjadi pada beras premium dan beras medium baik secara _mont to month_ maupun secara _year on year_.

Rata-rata harga beras di penggilingan sebesar 12.948 rupiah, dengan harga rata-rata beras premium sebesar 13.146 rupiah dan beras medium sebesar 12.747 rupiah.