Cockpit Demonstrator N219 Buatan PTDI Jadi Daya Tarik di TNI Fair 2026

Cockpit demonstrator N219 buatan PTDI menjadi daya tarik TNI Fair 2026. Pengunjung dapat mencoba simulasi menerbangkan pesawat dan mengenal teknologi N219.

Sep 20, 2026 07:38 · 16 hari lalu
Cockpit Demonstrator N219 Buatan PTDI Jadi Daya Tarik di TNI Fair 2026
Cockpit Demonstrator N219 Buatan PTDI Jadi Daya Tarik di TNI Fair 2026

INFOBAIK I JAKARTA – Pengunjung TNI Fair 2026 mendapat kesempatan merasakan pengalaman menerbangkan pesawat N219 melalui cockpit demonstrator interaktif yang dihadirkan PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI). 

Fasilitas tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pameran yang digelar di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 19-20 September 2026.

Cockpit demonstrator N219 memungkinkan pengunjung mengeksplorasi berbagai fungsi yang terdapat di ruang kendali pesawat sekaligus mencoba simulasi menerbangkan pesawat buatan PTDI tersebut layaknya seorang pilot.

Kehadiran demonstrator ini menjadi bagian dari partisipasi PTDI bersama anak perusahaan, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (PT NTP), serta sejumlah mitra strategis dalam menyambut peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

BACA JUGA; PTDI dan Koharmatau Perkuat Kolaborasi Pemeliharaan Armada Udara TNI AU

Selain cockpit demonstrator, PTDI menampilkan sejumlah produk dan kapabilitas kedirgantaraan yang berkaitan dengan kebutuhan operasional dan pertahanan TNI. Di area indoor booth Kemhan No.11, pengunjung dapat melihat berbagai produk pesawat, di antaranya CN235, NC212i, N219, serta sejumlah produk helikopter.

Sementara di area outdoor, PTDI menampilkan Unmanned Aerial System (UAS) Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam dan sejumlah produk roket. Kehadiran berbagai produk tersebut sekaligus menunjukkan spektrum kapabilitas PTDI dalam pengembangan pesawat, sistem tanpa awak, hingga produk pendukung pertahanan.

Di luar kebutuhan pertahanan, PTDI juga membawa isu pemanfaatan teknologi kedirgantaraan untuk kebutuhan layanan publik. Pada TNI Fair 2026, perusahaan menegaskan eksplorasi pengembangan varian ambulans udara menggunakan platform NC212i dan N219.

Pengembangan tersebut terbuka untuk dikerjasamakan dengan berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), guna mendorong pemanfaatan teknologi kedirgantaraan untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses transportasi di sejumlah daerah. Dalam kondisi tersebut, moda transportasi udara dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung evakuasi medis, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan, daerah terpencil, maupun kawasan dengan akses darat yang terbatas.

Melalui pengembangan varian ambulans udara, platform pesawat PTDI diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pertahanan, tetapi juga memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas dalam mendukung konektivitas serta akses pelayanan publik.

Pada hari pertama pelaksanaan TNI Fair 2026, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan Direktur Teknologi & Manajemen Risiko PTDI Ony Arifianto turut hadir dan menerima sejumlah kunjungan dari tamu penting di lingkungan TNI.

Kehadiran jajaran manajemen tersebut menjadi bagian dari upaya PTDI memperkuat komunikasi dan hubungan kerja sama dengan TNI sebagai salah satu pengguna utama produk dan layanan perusahaan.

“Sebagai industri kedirgantaraan nasional, PTDI memandang perannya dalam pertahanan negara sebagai tanggung jawab yang perlu dijalankan secara berkelanjutan. Karena itu, kami akan terus menjaga kapasitas dan kesiapan perusahaan untuk mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan pertahanan Indonesia,” ujar Ony.

Partisipasi PTDI dan PT NTP dalam TNI Fair 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan perkembangan kapabilitas industri kedirgantaraan nasional. Melalui pengembangan produk, peningkatan teknologi, serta kerja sama dengan TNI dan mitra strategis, PTDI terus mengambil bagian dalam penguatan ekosistem industri pertahanan dan kedirgantaraan Indonesia.