Dedi Mulyadi Bantah Manuver Politik Demi Uang

Dedi Mulyadi membantah tudingan melakukan manuver politik demi uang atau menggembosi Prabowo. Ia menegaskan memilih bekerja sebagai Gubernur Jabar.

Aug 23, 2026 11:09 · 1 bulan lalu
Dedi Mulyadi Bantah Manuver Politik Demi Uang
Dedi Mulyadi Bantah Manuver Politik Demi Uang

INFOBAIK I FLORES, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan untuk melakukan manuver politik demi keuntungan finansial maupun untuk menggembosi elektabilitas Presiden Prabowo Subianto.

Dedi menyampaikan bantahan tersebut menyusul munculnya tudingan bahwa dirinya terlibat dalam berbagai gerakan politik yang diarahkan untuk melemahkan posisi Prabowo. Ia menilai tuduhan tersebut tidak beralasan karena dirinya telah memiliki penghasilan yang cukup sebagai pejabat.

“Bahkan katanya sampai ada tuduhan ke saya melakukan itu semua demi uang. Ampun deh, Pak. Honor saya sudah cukup, Pak. Ngapain saya harus nyari-nyari yang begini-beginian,” kata Dedi, dikutip Minggu (24/8/2026).

Menurut Dedi, dirinya tidak perlu mencari keuntungan melalui permainan politik. Ia justru memilih menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat dengan bekerja dan memastikan pembangunan di daerah berjalan baik.

“Kalau saya ya bekerja dengan baik sebagai gubernur, Pak. Karena bekerja dengan baik sebagai gubernur, maka akan berdampak pada pembangunan nasional,” ujarnya.

Dedi juga menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo tidak harus diwujudkan melalui keterlibatan dalam manuver politik di tingkat pusat.

Ia mencontohkan sektor pangan. Menurut Dedi, keinginan pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dapat didukung dari daerah melalui peningkatan produksi pertanian.

“Pak Prabowo sangat menginginkan swasembada pangan. Oh saya tiap hari bertani, Pak. Menanam padi, panen,” kata Dedi.

Selain pangan, Dedi menyebut sektor energi sebagai bidang lain yang dapat memberikan kontribusi terhadap agenda nasional. Ia mengatakan aktivitas yang dilakukannya di sektor tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan masyarakat.

“Pak Prabowo ingin swasembada energi, secara pribadi saya tiap hari mengalirkan gas ke rumah-rumah warga melalui peternakan yang saya miliki. Di lain pihak saya bekerja sebagai gubernur agar pemerintahan ini berhasil,” ujarnya.

Dedi pada akhirnya menekankan bahwa kontribusi kepala daerah terhadap pemerintahan nasional dapat dilakukan melalui kinerja di wilayah masing-masing.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap tudingan yang mengaitkannya dengan agenda politik untuk melemahkan Prabowo.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyebut adanya dugaan afiliasi politik yang menghubungkan Singapura, Solo, dan Bandung atau yang disebutnya sebagai “segitiga SSB”.

“Ada segitiga SSB: Singapura, Solo, Bandung,” ujar Said Didu.

Saat ditanya mengenai sumber informasi tersebut, Said Didu mengklaim memperoleh informasi dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan internal.

Di tengah isu tersebut, Dedi memilih menegaskan kembali posisinya sebagai kepala daerah. Ia menyatakan akan menunjukkan kontribusi melalui pekerjaan sebagai Gubernur Jawa Barat, bukan melalui manuver politik untuk kepentingan tertentu.

Dengan sikap tersebut, Dedi membantah anggapan bahwa aktivitas politiknya diarahkan untuk kepentingan finansial atau untuk menggembosi Presiden Prabowo.