Dedi Mulyadi Unggul Telak dari Prabowo di Survei Capres 2029, Ini Angkanya

Survei Capres 2029 menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas dengan elektabilitas 41 persen, unggul jauh dari Prabowo Subianto yang meraih 15 persen.

Aug 27, 2026 20:00 · 1 bulan lalu
Dedi Mulyadi Unggul Telak dari Prabowo di Survei Capres 2029, Ini Angkanya
Dedi Mulyadi Unggul Telak dari Prabowo di Survei Capres 2029, Ini Angkanya

INFOBAIK I JAKARTA,- Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencuat sebagai salah satu figur terkuat dalam bursa calon presiden 2029 setelah hasil survei nasional terbaru menempatkannya di posisi teratas, mengungguli Presiden Prabowo Subianto.

Temuan tersebut berasal dari survei Tempo Data Science yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden di 38 provinsi. Dalam simulasi terbuka, 

Dedi Mulyadi mencatat elektabilitas 41 persen, sedangkan Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan 15 persen. Anies Baswedan menyusul dengan 10 persen.

Hasil tersebut sekaligus menunjukkan perubahan menarik dalam peta elektabilitas menuju Pemilu 2029. Dedi bukan hanya unggul dalam simulasi pilihan calon presiden, tetapi juga menempati posisi pertama dalam tingkat top of mind masyarakat.

Dalam pertanyaan terbuka mengenai tokoh yang paling diingat ketika membicarakan calon presiden, Dedi memperoleh 30 persen. Prabowo berada di urutan berikutnya dengan 20 persen, kemudian Joko Widodo 7 persen dan Anies Baswedan 6 persen.

General Manager Tempo Data Science Khairul Anam menyebut tingginya posisi Dedi dalam top of mind menunjukkan kuatnya kehadiran figur tersebut dalam ingatan publik.

"Keunggulan Dedi kembali terlihat ketika responden diberikan daftar nama kandidat. Dalam simulasi tersebut, elektabilitas Dedi mencapai 42 persen, sementara Prabowo tetap berada di angka 15 persen dan Anies Baswedan 10 persen,"katanya, Kamis (27/8/2026)

Menariknya, dukungan terhadap Dedi tidak hanya terkonsentrasi di Jawa Barat. Survei mencatat elektabilitas Dedi mencapai 68 persen di Banten, 65 persen di Jawa Barat, 41 persen di Jakarta, 46 persen di Jawa Tengah dan DIY, 30 persen di Jawa Timur, 39 persen di Sumatera, serta 54 persen di Kalimantan.

Namun, peta dukungan di sejumlah wilayah menunjukkan kecenderungan berbeda. Sulawesi lebih condong kepada Prabowo dengan 33 persen, Bali kepada Gibran Rakabuming Raka dengan 22 persen, sedangkan Maluku dan Papua lebih banyak memilih Sherly Tjoanda dengan 34 persen.

Dari sisi kelompok usia, Dedi juga tercatat unggul di seluruh kategori usia dalam survei tersebut. Dukungan tertingginya berada pada kelompok usia 36-40 tahun dengan elektabilitas mencapai 53 persen.

Sementara itu, basis dukungan Prabowo paling kuat berada pada kelompok responden berusia di atas 60 tahun dengan angka 29 persen.

Meski demikian, hasil survei tersebut belum dapat dibaca sebagai gambaran final Pilpres 2029. Jarak waktu menuju kontestasi masih cukup panjang sehingga preferensi publik berpotensi berubah seiring perkembangan politik, kinerja pemerintahan, munculnya kandidat baru, serta dinamika koalisi partai politik.

Survei lain sebelumnya juga memperlihatkan persaingan Dedi dan Prabowo yang dinamis. Survei SMRC pada Juli 2026, misalnya, menempatkan Dedi di angka 35 persen dan Prabowo 14,5 persen dalam simulasi semi-terbuka.

Dengan demikian, hasil Tempo Data Science memperkuat munculnya Dedi Mulyadi sebagai figur yang kini mendapat perhatian serius dalam peta politik menuju Pilpres 2029. Keunggulan elektabilitas atas Prabowo dalam survei terbaru menjadi salah satu indikator bahwa persaingan menuju 2029 masih sangat terbuka dan dinamis.