Diky Candra Belum Tentukan Partai, Golkar Jabar Beri Ajakan Terbuka

Diky Candra belum menentukan pilihan partai politik meski mendapat ajakan bergabung dengan Golkar dari Ketua DPD Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien dalam Musda V Golkar Kota Tasikmalaya.

Sep 20, 2026 16:00 · 16 hari lalu
Diky Candra Belum Tentukan Partai, Golkar Jabar Beri Ajakan Terbuka
Diky Candra Belum Tentukan Partai, Golkar Jabar Beri Ajakan Terbuka

INFOBAIK I TASIKMALAYA – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra belum menentukan partai politik yang akan menjadi pilihannya meski mendapat ajakan terbuka untuk bergabung dengan Partai Golkar. 

Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien saat Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya, Jumat (18/9/2026).

BACA JUGA: Golkar Dorong Skema Pengganti Kepala Daerah jika Pilkada Digelar Tanpa Wakil

Diky hadir dalam agenda tersebut untuk mewakili Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan yang berhalangan hadir. Dalam kesempatan itu, Diky juga diminta menyampaikan sambutan oleh pembawa acara.

Perhatian kemudian tertuju kepada Diky ketika dirinya mengikuti pembacaan Pancabakti Golkar bersama peserta Musda. Daniel Mutaqien lantas menyinggung kemampuan Diky mengikuti pembacaan tersebut dan menyampaikan ajakan agar Wakil Wali Kota Tasikmalaya itu bergabung dengan Golkar.

"Tadi saya dengar sudah fasih Pak Diky ini, jadi boleh untuk bisa bergabung," ujar Daniel.

Diky kemudian memberikan klarifikasi mengenai keterlibatannya dalam pembacaan Pancabakti Golkar. Ia mengatakan dirinya mengikuti pembacaan tersebut karena mendapat arahan dari pembawa acara.

"Disuruh MC mengikuti apa yang dibacakan saja. Jujur ini ya, memang lagi tertarik ingin mempelajari beberapa partai," kata Diky.

Diky mengakui dirinya memang sedang mempelajari sejumlah partai politik. Namun, hingga Musda V Golkar Kota Tasikmalaya berlangsung, ia belum menentukan pilihan dan belum menyatakan akan bergabung dengan partai tertentu.

Menurut Diky, fokusnya saat ini masih pada berbagai pekerjaan rumah di Kota Tasikmalaya. Karena itu, keputusan mengenai pilihan politik dinilai masih membutuhkan pertimbangan.

"Saya akui mempelajari, tapi ya PR-PR di Kota Tasik juga masih banyak. Sampai detik kemarin tuh saya masih merasa belum layak. Mungkin nanti akhirnya aman memilih," ujarnya.

Kehadiran Diky dalam Musda V juga tidak dalam kapasitas sebagai perwakilan kelembagaan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia menegaskan dirinya hadir berdasarkan mandat untuk mewakili wali kota yang berhalangan hadir.

"Seharusnya yang sambutan pidato itu bukan saya. Karena saya mendapat mandat yang mewakili Wali Kota Tasikmalaya," tutur Diky.

Ia kembali menegaskan sambutan yang disampaikan dalam forum tersebut bukan atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya secara kelembagaan.

"Namun karena diminta pembawa acara harus memberikan sambutan, bukan kapasitas mewakili pemerintah daerah," tegasnya.

Dalam sambutannya, Diky juga menyoroti pentingnya musyawarah dalam proses pengambilan keputusan. Dengan gaya komunikasinya, ia bahkan mengibaratkan materi sambutannya sebagai sebuah pertunjukan komedi.

"Mungkin stand up comedy saya mah. Seperti bahasa planet di akhir tadi, intinya apa pun masalahnya sebetulnya harus bermusyawarah," selorohnya.

Menurut Diky, musyawarah diperlukan agar setiap persoalan dapat dibahas melalui dialog dan pertimbangan bersama. Ia menilai keputusan yang diambil tanpa proses dialog berpotensi menimbulkan persoalan.

"Hari ini banyak orang yang sulit untuk diajak musyawarah sehingga bisa jadi mengambil keputusan pun bisa jadi salah," ucapnya.

Musda V DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya sendiri turut dihadiri jajaran pengurus dan kader Golkar dari tingkat Jawa Barat maupun Kota Tasikmalaya. Sejumlah pimpinan partai politik lainnya di Kota Tasikmalaya juga hadir dalam agenda tersebut.

Dalam forum itulah ajakan terbuka kepada Diky Candra muncul. Namun, hingga kegiatan tersebut selesai, Diky belum menyatakan secara resmi bergabung dengan Partai Golkar ataupun partai politik lainnya.