Drawing Piala Dunia 2026: Argentina Tersenyum di Saat Brasil dan Prancis Terjebak

Sebagai juara bertahan Piala Dunia, Argentina menyambut undian fase grup Piala Dunia 2026 dengan kepala dingin dan rasa percaya diri yang terjaga. Di tengah hiruk-pikuk raksasa lain yang langsung terjerembap ke “grup neraka”, Albiceleste justru mendapat jalur yang relatif bersih untuk memulai misi mempertahankan mahkota dunia.

Dec 7, 2025 16:00 · 10 bulan lalu
Drawing Piala Dunia 2026: Argentina Tersenyum di Saat Brasil dan Prancis Terjebak
Drawing Piala Dunia 2026: Argentina Tersenyum di Saat Brasil dan Prancis Terjebak

INFOBAIK I BANDUNG, - Sebagai juara bertahan Piala Dunia, Argentina menyambut undian fase grup Piala Dunia 2026 dengan kepala dingin dan rasa percaya diri yang terjaga. Di tengah hiruk-pikuk raksasa lain yang langsung terjerembap ke “grup neraka”, Albiceleste justru mendapat jalur yang relatif bersih untuk memulai misi mempertahankan mahkota dunia.

FIFA resmi membuka pesta besar Piala Dunia 2026 lewat seremoni undian yang digelar megah di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Sabtu (6/12) dini hari WIB. Format baru 48 tim langsung menghadirkan drama sejak bola pertama dibuka—terutama bagi Brasil dan Prancis yang harus bersiap tempur sejak pekan awal.

Acara berlangsung bak karpet merah Hollywood. Presiden FIFA Gianni Infantino tampil bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, didampingi Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, tiga figur sentral tuan rumah bersama edisi 2026. Sentuhan pop culture hadir lewat Kevin Hart, Heidi Klum, Andrea Bocelli, Nicole Scherzinger, hingga Robbie Williams, menegaskan bahwa Piala Dunia kini melampaui sekadar sepak bola.

Di balik gemerlap itu, Argentina mengamati dengan tenang.

Saat Brasil harus berjibaku di Grup C bersama Maroko—semifinalis Piala Dunia 2022—serta Skotlandia yang matang dan Haiti yang eksplosif, dan Prancis dipaksa menghadapi fisik Senegal serta ketajaman Norwegia di Grup I, Argentina justru menempati Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania.

Bagi sang juara bertahan, ini bukan alasan untuk terlena. Austria dikenal disiplin dan cerdas secara taktik, sementara Aljazair punya energi, teknik, serta pengalaman pahit-manis di panggung besar. Yordania pun bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata dalam format 48 tim yang membuka ruang kejutan lebih lebar dari sebelumnya.

Pelatih Lionel Scaloni paham betul, status juara bertahan justru membuat Argentina menjadi target. Namun dibanding rival-rival tradisionalnya yang langsung dipaksa “bakar bensin” sejak matchday pertama, Albiceleste punya keuntungan strategis: waktu dan ruang untuk mengatur ritme turnamen.

Undian ini sekaligus menegaskan pesan lama Piala Dunia edisi baru: nama besar tak lagi menjamin jalan mulus. Grup F yang mempertemukan Belanda dan Jepang, serta Grup I dan C yang diisi raksasa dengan kuda hitam berbahaya, menjadi bukti bahwa margin kesalahan semakin tipis.

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini juga mencatat sejarah dengan Meksiko menjadi negara pertama yang tiga kali menjadi tuan rumah, setelah edisi 1970 dan 1986.

Pertandingan pembuka akan dimainkan di Stadion Azteca, Meksiko—stadion legendaris yang sarat sejarah Argentina dan Diego Maradona. Final akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, panggung raksasa untuk menentukan apakah Argentina mampu mengulang kisah emas atau menyerahkan takhta ke penguasa baru.

Sebagai juara bertahan, Argentina tak perlu terperangkap euforia atau kekhawatiran. Drawing mungkin memberi napas awal, tapi di Piala Dunia, satu-satunya hak istimewa sang juara hanyalah: menjadi tim yang paling ingin dikalahkan semua orang.