Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,20%, Lampaui Nasional

Nov 8, 2025 19:22 · 11 bulan lalu
Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,20%, Lampaui Nasional
Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,20%, Lampaui Nasional

INFOBAIK I BANDUNG, - Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal III/2025 mencapai 5,20% secara year on year, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,04%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III-2025 secara tahunan sebesar 5,20 % atau posisi kelima di Indonesia. Angka itu lebih tinggi dibandingkan angka nasional, 5,04 % dan berkontribusi 12,73 % terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus mengatakan kebijakan pemerintah provinsi dan daerah juga mendukung pertumbuhan ekonomi Jabar yang positif. 

“Mobilitas masyarakat sepanjang Januari-September, produksi padi yang meningkat, dan juga pencapaian realisasi investasi PMA dan PMDN yang mendorong sektor konstruksi dan komponen PMTB,” jelas Darwis, Sabtu (8/11/2025) 

Dalam catatan media, selama 9 bulan menjabat sebagai Gubernur Jabar Dedi Mulyadi konsisten menjalankan setidaknya 5 kebijakan utama agar bisa menopang pertumbuhan ekonomi. 

Pertama, agar memudahkan lalu lintas orang dan barang singgah sudah membangun jalan sepanjang 666 kilometer yang dibiayai dari pajak kendaraan. “Mobilitas masyarakat bisa mendorong tumbuhnya perekonomian,” katanya.

Dedi juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan irigasi. 

“Kalau berputar cepat rusak, maka akibatnya adalah pembangunan balik lagi ke jalan, balik lagi ke jalan. Sehingga, kita tidak punya kesempatan untuk melakukan investasi sumber daya manusia yang lebih besar ke depan,” tegasnya.

Kebijakan belanja infrastruktur yang besar ini diimbangi dengan melakukan transparansi APBD sejak awal diterapkan. Terbaru, Dedi Mulyadi melaporkan kondisi kas daerah setiap hari di akun sosial medianya.

Dedi juga memastikan kebijakan kebijakannya secara konsisten dapat membuat iklim investasi di Jawa Barat semakin nyaman. Mulai dari urusan anggota premanisme melalui pembentukan satuan tugas, menghilangkan percaloan tenaga kerja di industri melalui aplikasi NyariGawe.

Ia juga memfasilitasi juga mengatasi masalah yang dihadapi oleh perusahaan yang berencana berinvestasi dan berusaha di Jabar. 

Hasilnya, berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada Triwulan III tahun 2025, nilai investasi di Jawa Barat mencapai Rp77,1 triliun atau sekitar 15,7% dari total nasional. 

Realisasi investasi pada Triwulan III tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Total nilai investasi tercatat mencapai Rp77,13 triliun, meningkat 36,34% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp56,57 triliun.

“Investasi tidak hanya soal angka, tapi bagaimana memberikan dampak nyata bagi pembangunan manusia di Jawa Barat,” katanya.

Pihaknya mengaku bersama seluruh jajaran Pemprov Jabar akan tetap fokus melaksanakan kegiatan pembangunan bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat. 

“Dan kita menganggap berbagai sindiran, nyinyiran, atau kritik yang dialamatkan pada saya sebagai obat agar saya tidak jumawa, terus mawas diri dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat,”pungkasnya