Fenomena Puasa Singkat di Murmansk Hanya 1 Jam Saja
Murmansk terletak dekat dengan Kutub Utara dan mengalami fenomena malam kutub (polar night) saat musim dingin, di mana matahari tidak terbit selama sebulan penuh.
INFOBAIK I BANDUNG - Murmansk terletak dekat dengan Kutub Utara dan mengalami fenomena malam kutub (polar night) saat musim dingin, di mana matahari tidak terbit selama sebulan penuh. Sebaliknya, saat musim panas, matahari hampir tidak tenggelam.
Mengutip CNBC Indonesia, kondisi ekstrem ini mempengaruhi jadwal ibadah, termasuk waktu puasa. Pada bulan Desember, selisih antara waktu salat Zuhur dan Asar hanya sekitar 10 menit, dan satu menit setelah Asar, waktu Magrib tiba. Akibatnya, umat Muslim di Murmansk hanya berpuasa sekitar satu jam.
Seorang pemandu wisata asal Indonesia, Lalu Satria Malaca, pernah mengalami dan membagikan pengalamannya berpuasa selama satu jam di Murmansk melalui akun Instagramnya. Ia menunjukkan bagaimana waktu salat Subuh, Magrib, dan Isya berlangsung dalam rentang waktu yang sangat singkat.
Sedangkan untuk kewajiban ibadah puasa tahun ini, umat Muslim di Murnmansk mengikuti waktu puasa selama 12-13 jam , sebagai bayangan berikut merupakan jadwal waktu salat di Mursmansk untuk hari ini
Selain itu, Antartika, sebagai benua yang tidak memiliki penduduk tetap, memiliki kondisi siang dan malam yang ekstrem.
Selama musim panas, matahari dapat bersinar selama 24 jam, sementara pada musim dingin, matahari tidak terbit sama sekali. Bagi para Muslim yang berada di Antartika selama Ramadhan, durasi puasa dapat disesuaikan dengan mengikuti waktu negara asal atau negara terdekat yang memiliki durasi siang dan malam yang seimbang.
Durasi puasa dihitung dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, sehingga panjang siang dan malam di suatu wilayah mempengaruhi lamanya waktu puasa.
Perubahan waktu ini dipengaruhi oleh gerakan bumi, yakni rotasi dan revolusi. Negara-negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa, seperti Indonesia, memiliki durasi puasa yang relatif stabil, berkisar antara 12 hingga 14 jam. Sementara itu, negara yang berada di wilayah ekstrem, seperti Islandia atau Norwegia, bisa mengalami puasa hingga 20 jam atau bahkan lebih.
Meskipun durasi puasanya berbeda-beda, ibadah ini tetap memiliki manfaat yang besar, baik dari segi spiritual maupun kesehatan.
