Golkar Tantang PDIP Jelaskan Peran Penyeimbang

Golkar mempertanyakan peran PDIP sebagai penyeimbang di luar pemerintahan Prabowo-Gibran.

Jun 20, 2026 14:00 · 4 bulan lalu
Golkar Tantang PDIP Jelaskan Peran Penyeimbang
Golkar Tantang PDIP Jelaskan Peran Penyeimbang

INFOBAIK I JAKARTA, – Partai Golkar kembali menyoroti posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) yang memilih berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mempertanyakan peran penyeimbang yang selama ini diklaim PDIP dalam peta politik nasional.

Sarmuji menegaskan Golkar menghormati pilihan politik PDIP yang tidak bergabung dalam kabinet pemerintahan. Namun, ia mempertanyakan bentuk nyata dari fungsi penyeimbang yang kerap disampaikan sejumlah elite PDIP kepada publik.

Menurut Sarmuji, masyarakat dapat menilai sendiri sejauh mana peran tersebut dijalankan. Ia menilai hingga saat ini publik belum melihat secara jelas apa yang sebenarnya diseimbangkan oleh PDIP dari luar pemerintahan.

“PDIP memang tidak masuk ke dalam pemerintahan. Namun soal praktik sebagai penyeimbang, rakyat tentu bisa menilai sendiri bagaimana implementasinya,” ujar Sarmuji kepada detikcom, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan itu muncul setelah posisi politik PDIP kembali menjadi perdebatan di antara partai-partai politik. Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid meminta PDIP menunjukkan sikap politik yang lebih tegas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai posisi yang tidak jelas berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Menanggapi kritik tersebut, sejumlah kader PDIP menegaskan bahwa partainya tetap konsisten berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan negara. PDIP juga menilai keberadaan partai di luar koalisi merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi.

Perdebatan mengenai posisi PDIP semakin menarik perhatian publik karena partai berlambang banteng itu merupakan salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia. Sikap politik PDIP dinilai dapat memengaruhi dinamika hubungan antara pemerintah dan oposisi dalam lima tahun mendatang.

Di tengah menghangatnya diskusi politik nasional, pernyataan Golkar dan PKB menunjukkan bahwa posisi PDIP masih menjadi sorotan utama menjelang berbagai agenda politik dan kebijakan strategis pemerintah. 

Pengamat menilai kejelasan peran setiap partai politik akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Dengan polemik yang terus berkembang, masyarakat kini menunggu bagaimana PDIP akan menjelaskan secara lebih konkret perannya sebagai penyeimbang di luar pemerintahan serta bagaimana hubungan politik antara partai-partai besar akan terbentuk dalam era pemerintahan Prabowo-Gibran.