Inflasi Jawa Barat Juni 2026 Hanya 0,28 Persen

Inflasi Jawa Barat pada Juni 2026 tercatat 0,28 persen, terendah di Pulau Jawa dan lebih rendah dari nasional.

Jul 2, 2026 15:00 · 3 bulan lalu
Inflasi Jawa Barat Juni 2026 Hanya 0,28 Persen
Inflasi Jawa Barat Juni 2026 Hanya 0,28 Persen

INFOBAIK I BANDUNG – Jawa Barat kembali mencatat kinerja pengendalian inflasi yang kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Barat pada Juni 2026 mencapai 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut berada di bawah inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,44 persen (mtm) dan 3,34 persen (yoy). Bahkan, Jawa Barat menjadi provinsi dengan inflasi bulanan terendah di Pulau Jawa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan efektivitas sinergi pengendalian inflasi yang dijalankan pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Realisasi inflasi Jawa Barat tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,44 persen (mtm) atau 3,34 persen (yoy) dan merupakan capaian inflasi bulanan yang paling rendah di wilayah Jawa," kata Junanto Herdiawan, Kamis (2/7/2026).

Junanto menegaskan, inflasi Jawa Barat tetap terkendali dan berada dalam rentang sasaran karena seluruh pemangku kepentingan mengimplementasikan strategi 4K secara konsisten, yaitu menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif.

Pada Juni 2026, inflasi terutama dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas. Bensin menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,21 persen, disusul bawang merah sebesar 0,03 persen, bawang putih 0,02 persen, beras 0,01 persen, dan tomat 0,01 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan berhasil menahan laju inflasi melalui deflasi. Daging ayam ras memberikan andil deflasi sebesar 0,07 persen, telur ayam ras 0,03 persen, cabai rawit 0,02 persen, ikan mas 0,01 persen, dan cabai merah 0,01 persen.

Seluruh daerah sampel IHK di Jawa Barat mencatat inflasi selama Juni 2026. Kota Depok mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,42 persen (mtm), sedangkan Kota Tasikmalaya mencatat inflasi terendah sebesar 0,03 persen (mtm).

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama TPID terus memperkuat implementasi strategi 4K di seluruh wilayah Jawa Barat. Selama Juni 2026, Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar di 85 titik sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Di sektor hulu, pemerintah juga mempercepat panen berbagai komoditas serta melaksanakan gerakan tanam serentak guna memperkuat ketersediaan pasokan pangan. Selain itu, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) disalurkan untuk menjaga stabilitas pasokan beras.

Bank Indonesia dan pemerintah daerah juga memperkuat kelancaran distribusi pangan melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) pada berbagai lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sehingga pasokan tetap terjaga hingga ke masyarakat.

Sepanjang Juni 2026, berbagai kegiatan koordinasi turut digelar untuk memperkuat pengendalian inflasi. Kegiatan tersebut meliputi High Level Meeting TPID Kota Depok, capacity building lintas daerah, focus group discussion (FGD) lintas instansi, hingga talkshow diversifikasi pangan lokal dalam rangkaian Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026.

Melalui sinergi bersama seluruh TPID, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat juga terus mengakselerasi implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Langkah tersebut diperkuat melalui pemantauan harga secara intensif, antisipasi berbagai potensi risiko, serta pelaksanaan langkah mitigasi yang terukur. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang berkelanjutan.