Kemenko PM Rancang Program Berdaya Berusaha Langsung Bersama Ekosistem Kreatif Bandung

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar Uji Publik Program “Berdaya Berusaha” di Bandung.

Aug 26, 2025 08:00 · 1 tahun lalu
Kemenko PM Rancang Program Berdaya Berusaha Langsung Bersama Ekosistem Kreatif Bandung
Kemenko PM Rancang Program Berdaya Berusaha Langsung Bersama Ekosistem Kreatif Bandung

INFOBAIK I BANDUNG, - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar Program Uji Publik “Berdaya Berusaha” di Bandung. 

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison, mengatakan Kota Bandung dipilih sebagai lokasi uji publik karena reputasinya sebagai kota kreatif nasional dengan ekosistem ekonomi yang beragam. Hasil dari uji publik ini nantinya akan menjadi fondasi untuk memulai Program nasional Berdaya Berusaha yang rencana dilaksanakan pada akhir Oktober 2025.

“Program ini bukan lagi milik Kemenko PM semata, tapi milik kita semua. Karena sejak konsep pun publik sudah terlibat penuh dalam penyusunannya,” kata Leontinus, kepada wartawan di Bandung Creative Hub, Senin (25/8/2025) 

Uji Publik ini secara spesifik bertujuan untuk menghimpun masukan, kritik, dan saran dari para praktisi di lapangan untuk menyempurnakan arah kebijakan program.

Program “Berdaya Berusaha” sendiri dirancang untuk menjadi solusi terintegrasi dari hulu ke hilir bagi UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi. 

Fokus intervensinya mencakup 5+1 pilar utama, yaitu akses terhadap bahan baku, optimalisasi proses produksi, kemudahan pembiayaan, strategi pemasaran, pemahaman tata niaga global, serta fasilitasi legalitas dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Leontinus mengatakan model kolaboratif ini adalah standar baru cara kerja pemerintah.

 “Hari ini adalah bukti komitmen kami untuk mengubah total cara kerja pemerintah. Partisipasi publik harus bermakna, dimulai sejak hari pertama perancangan, bukan sekedar formalitas saat dokumen sudah final. Ini adalah esensi dari Pemerintahan yang Kolaboratif (Collaborative Governance) yang prinsip menjadi pimpinan kami, Presiden Prabowo dan Menko Muhaimin Iskandar,” jelas Leontinus. 

Kehadiran puluhan CEO, akademisi, komunitas, dan perwakilan pemerintah daerah dalam uji publik ini menjadi bukti pemerintah turun langsung untuk merancang program bersama para pemangku kepentingan sejak tahap perancangan konsepsi.

Oleh karena itu, Diskusi dalam Uji Publik ini dibagi ke dalam beberapa sesi breakout berdasarkan sub-sektor ekonomi kreatif, seperti kuliner, fesyen, kriya dan game. 

“DNA yang saya bawa dari sektor swasta adalah obsesi untuk mendengar suara konsumen. Di pemerintahan, 'konsumen' kita adalah publik,” kata Leontinus. 

Seluruh masukan yang diterima dalam Uji Publik ini akan dikaji secara mendalam untuk memenuhi substansi dan model implementasi Program “Berdaya Berusaha”, memastikan kebijakan yang dihasilkan benar-benar relevan dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

“Masukan dari para praktisi di sini, mulai dari teman-teman di ITB, para CEO startup, hingga komunitas, akan menjadi fondasi untuk menyempurnakan program ini sebelum diluncurkan secara nasional.”pungkasnya