Kisah Nisa, Pramugari Gadungan yang Kini Digandeng Sekolah Penerbangan

Viral karena menyamar sebagai pramugari, Khairun Nisa justru mendapat harapan baru. Aeronef Academy menawarkan pendidikan pramugari gratis sebagai kesempatan kedua meraih mimpi.

Jan 15, 2026 18:00 · 9 bulan lalu
Kisah Nisa, Pramugari Gadungan yang Kini Digandeng Sekolah Penerbangan
Kisah Nisa, Pramugari Gadungan yang Kini Digandeng Sekolah Penerbangan

INFOBAIK I JAKARTA,- Jagat media sosial sempat gaduh ketika sosok perempuan bernama Khairun Nisa viral setelah diketahui menyamar sebagai pramugari sebuah maskapai penerbangan. 

Alih-alih berakhir dengan stigma dan cibiran semata, kisah gadis asal Palembang itu justru berbelok ke arah yang tak terduga: secercah harapan untuk menggapai mimpi yang sempat kandas.

Nisa, 23 tahun, sebelumnya diamankan petugas di Bandara Soekarno-Hatta karena kedapatan mengenakan atribut pramugari Batik Air tanpa izin resmi. 

Publik pun ramai-ramai menghakimi. Namun, di balik aksinya, terkuak fakta memilukan—Nisa merupakan korban penipuan dengan total kerugian mencapai Rp30 juta, uang yang ia kumpulkan demi mengejar cita-cita membahagiakan orang tuanya.

Di tengah badai hujatan, secercah empati datang dari Aeronef Academy, sebuah lembaga pendidikan pramugari–pramugara, kapal pesiar, dan perhotelan. Sekolah tersebut secara terbuka menawarkan pendidikan pramugari secara gratis kepada Nisa, sebuah langkah yang sontak menuai respons positif dari warganet.

“Mungkin kak Nisa saat ini sedang bersedih, namun kak Nisa perlu tahu bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat,” tulis Aeronef Academy melalui akun Instagram resminya.

Pihak Aeronef Academy mengaku tersentuh oleh kisah perjuangan Nisa yang dilandasi niat tulus untuk membahagiakan orang tua. Menurut mereka, mimpi besar yang ditempuh dengan cara keliru tidak serta-merta menghapus niat baik seseorang.

Berangkat dari keyakinan tersebut, Aeronef Indonesia ingin memberikan jalan yang benar—membekali Nisa dengan pendidikan, pelatihan, serta sertifikasi resmi agar kelak dapat mengenakan seragam pramugari secara sah dan profesional.

Aeronef Academy juga menegaskan bahwa rasa malu dan pengalaman pahit tidak seharusnya menjadi penjara bagi masa depan seseorang. Kegagalan, menurut mereka, adalah pelajaran berharga yang justru bisa menjadi titik balik kehidupan.

“Fokus ke masa depan. Cara terbaik membalas kebaikan orang tua adalah dengan benar-benar sukses menjadi pramugari,” tulis Aeronef Academy lagi.

Dalam pernyataan penutupnya, Aeronef Academy mengajak Nisa untuk segera menghubungi pihak sekolah guna mendapatkan informasi lanjutan terkait program pendidikan tersebut.

“Mari berjuang bersama Aeronef Academy. Let your dreams touch the sky.”

Kisah Nisa pun menjadi pengingat bahwa di balik kesalahan, selalu ada ruang untuk empati, pembelajaran, dan kesempatan kedua—asal ada kemauan untuk bangkit dan melangkah di jalur yang benar.