Kripik Pedas Asal Bandung Banjir Pesanan dari Tiongkok
Industri makanan ringan terus menunjukkan prospek cerah, terutama di pasar global. Salah satu produk yang berhasil menembus pasar internasional adalah kripik pedas Maicih, kuliner khas asal Kota Bandung.
INFOBAIK I BANDUNG,- Industri makanan ringan terus menunjukkan prospek cerah, terutama di pasar global. Salah satu produk yang berhasil menembus pasar internasional adalah kripik pedas Maicih, kuliner khas asal Kota Bandung.
Produk ini kini semakin diminati di berbagai negara, termasuk Tiongkok yang mencatat adanya pesanan secara signifikan.
“Dengan kemasan baru tapi rasa lama, kami menargetkan penjualan produk ini bisa mencapai jutaan bungkus per bulan. Target ini ditetapkan karena dengan kemasan sebelumnya penjualannya belum bisa mencapai angka tersebut,” ujar Bob Merdeka, pemilik Maicih, kepada wartawan di Bandung
Sejak 15 tahun lalu, Maicih telah menjadi bagian dari keseharian para penikmat camilan pedas. Dari dijajakan di berbagai sudut jalan hingga masuk ke pasar global, perjalanan Maicih sarat dengan inovasi. Kini, dengan tampilan baru yang lebih segar, Maicih siap menembus lebih banyak pasar internasional.
Pembaruan kemasan bukan sekadar mengubah tampilan, melainkan strategi memperluas pasar dan memperkenalkan cita rasa pedas rempah Nusantara kepada lebih banyak orang.
Proses rebranding ini juga melibatkan POT Branding House, konsultan jenama asal Bandung, yang membantu memperkuat identitas Maicih agar lebih modern namun tetap autentik.
“Kita tanggapi pasar global ini dengan sangat hati-hati. Semangat lokalnya, semangat pedas rempahnya, meski diproduksi secara masif, tetap tidak boleh kehilangan ciri khasnya,” lanjut Bob.
Cita rasa rempah khas Nusantara menjadi daya tarik utama Maicih yang sulit ditemukan pada produk serupa lainnya. Meski menawarkan berbagai varian rasa, Level 10 yang terkenal dengan tingkat kepedasan ekstrem tetap menjadi favorit pelanggan setia.
"Dari dulu sampai sekarang yang paling laku itu selalu Level 10, jadi memang yang paling pedas yang banyak disukai sama Incu Ema (sapaan konsumen Maicih)," kata Bob.
Sementara itu, Mey, yang juga pemilik Maicih, menambahkan bahwa produksi dan pemasaran terus mencakup Eropa, Amerika, Jepang, dan negara lainnya. Tahun ini, Maicih menargetkan ekspansi ke Madinah, Arab Saudi, dengan menyasar jamaah umroh sebagai pasar potensial.
Tak hanya memperluas distribusi, Maicih juga mulai mengadopsi strategi digital dengan membuka kesempatan bagi reseller untuk bergabung dengan mudah melalui aplikasi di Play Store. Langkah ini diharapkan semakin mempermudah pelanggan mendapatkan produk Maicih di berbagai belahan dunia. Dengan strategi ekspansi yang matang dan inovasi yang terus dilakukan, Maicih semakin siap mengibarkan cita rasa pedas Nusantara ke kancah global.
“Mereka juga akan langsung mendatangi mitra strategi untuk bekerja sama,” tutupnya.
