Kualitas Juru Masak Jadi Kunci Sukses MBG, Ekraf Perkuat Kompetensi Lewat Program MASAMO
Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mendorong peningkatan kompetensi juru masak melalui program MASAMO. Langkah strategis ini menegaskan peran juru masak sebagai kunci mutu gizi, kebersihan, dan keberhasilan MBG secara nasional.
INFOBAIK I BANDAR LAMPUNG,– Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan atau luasnya jangkauan penerima manfaat, tetapi sangat bergantung pada kualitas juru masak sebagai garda terdepan dapur MBG. Kesadaran inilah yang mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk memperkuat kompetensi juru masak melalui program MASAMO (Masak Bersama Master Chef).
Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya secara resmi membuka kegiatan MASAMO di SPPG Rajabasa 3, Lampung. Program ini dirancang sebagai pelatihan intensif yang menempatkan juru masak bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan penentu utama kualitas gizi, kebersihan, dan keamanan makanan bagi jutaan penerima manfaat MBG.
“Program MBG bukan hanya soal membagikan makanan. Kualitas juru masak menjadi kunci agar standar kebersihan, keamanan pangan, dan kandungan gizi dapat terjaga secara konsisten di seluruh Indonesia,” tegasnya, Rabu (18/2/2026)
Sebanyak 50 juru masak SPPG mengikuti pelatihan yang mencakup keamanan pangan, personal hygiene, pengelolaan bahan baku, penyimpanan makanan matang, penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), hingga teknik memasak sehat. Standar ini diselaraskan dengan ketentuan Badan Gizi Nasional, sehingga setiap sajian MBG aman dikonsumsi dan bernilai gizi optimal.
Pelatihan ini menghadirkan pelatih MASAMO, Chef Norman Ismail, juri MasterChef Indonesia, serta didukung industri perlengkapan dapur nasional. Pendekatan ini menegaskan bahwa profesionalisme juru masak MBG harus setara dengan standar dapur profesional, meski beroperasi di dapur komunitas.
Saat ini, Program MBG telah menjangkau sekitar 65 juta penerima manfaat melalui lebih dari 21.897 unit SPPG. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 83 juta penerima manfaat dengan 36.600 unit SPPG di seluruh Indonesia. Dengan skala sebesar itu, kesalahan kecil di dapur bisa berdampak luas—sebaliknya, peningkatan kualitas juru masak akan menghasilkan manfaat gizi yang berkelanjutan.
Melalui MASAMO, Ekraf juga mendorong sektor kuliner sebagai salah satu prioritas ekonomi kreatif. Juru masak MBG tidak hanya berkontribusi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi lokal, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM pangan.
Lampung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan MASAMO karena dinilai memiliki potensi besar di sektor kuliner dan ekonomi kreatif lainnya. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, komunitas, industri, serta media menjadi model sinergi yang diharapkan dapat direplikasi di daerah lain.
“Melalui penguatan SDM dapur MBG, kita tidak hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga menumbuhkan standar baru kuliner nasional yang berdampak pada ekonomi daerah,”pungkasnya
