Mitratel Perluas Infrastruktur Digital dan Bidik Pertumbuhan Baru
Teknologi telekomunikasi mendorong pertumbuhan Mitratel (MTEL) lewat tambahan spektrum, ekspansi menara dan fiber, serta peluang bisnis infrastruktur digital.
INFOBAIK I BANDUNG, - Perkembangan teknologi telekomunikasi mendorong kebutuhan infrastruktur digital yang semakin besar, mulai dari menara telekomunikasi hingga jaringan fiber optik.
Kondisi tersebut membuka peluang pertumbuhan bagi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel seiring meningkatnya alokasi spektrum operator seluler.
Analis MNC Sekuritas Christian Sitorus menilai tambahan alokasi spektrum menjadi salah satu katalis pertumbuhan Mitratel dalam jangka menengah.
Peningkatan kapasitas jaringan operator berpotensi mendorong kebutuhan kolokasi, pembangunan menara baru, perluasan jaringan fiber, hingga penyediaan daya listrik di lokasi menara.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) masing-masing telah mengamankan spektrum 255 megahertz (MHz), 205 MHz, dan 217 MHz.
Alokasi spektrum pada pita 700 MHz dan 2,6 gigahertz (GHz) diperkirakan meningkatkan kebutuhan kolokasi atau penggunaan satu infrastruktur menara oleh beberapa operator. Pertumbuhan kebutuhan tersebut dapat memberikan ruang bagi Mitratel untuk meningkatkan pemanfaatan aset infrastrukturnya.
Selain menara, perkembangan teknologi jaringan juga mendorong ekspansi fiber to the tower (FTTT), yakni jaringan fiber optik yang menghubungkan jaringan telekomunikasi secara langsung ke lokasi menara.
Mitratel mencatat jumlah menara mencapai 40.563 lokasi pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penyewa atau tenant juga tumbuh lebih tinggi sebesar 4,9% secara tahunan menjadi 63.866 tenant. Pertumbuhan itu meningkatkan tenancy ratio menjadi 1,57 kali, yang menunjukkan rata-rata jumlah penyewa pada setiap menara.
Di bisnis fiber, Mitratel memperluas jaringan hingga 59.239 kilometer atau tumbuh 8,8% secara tahunan. Pendapatan dari bisnis fiber juga meningkat 7,7% menjadi Rp309 miliar.
MNC Sekuritas memperkirakan Mitratel menguasai sekitar 54% pangsa pasar fiber nasional. Kondisi tersebut membuat monetisasi jaringan fiber menjadi salah satu sumber pertumbuhan penting bagi perusahaan.
Teknologi juga membuka peluang bagi Mitratel melalui layanan power as a service (PaaS). Layanan tersebut memungkinkan perusahaan memanfaatkan peningkatan kebutuhan daya listrik di lokasi menara seiring bertambahnya perangkat dan kapasitas jaringan.
Di tengah ekspansi infrastruktur digital tersebut, prospek saham MTEL turut mendapat perhatian investor. Selain katalis dari tambahan spektrum, pasar juga kembali mencermati isu rencana merger antara Mitratel dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Dengan pertumbuhan menara, tenant, dan jaringan fiber yang terus berlanjut, perkembangan teknologi telekomunikasi menjadi faktor penting yang dapat menentukan arah ekspansi Mitratel sekaligus prospek bisnis perusahaan dalam jangka menengah.
