Mudik Lebaran 2026 Membludak! 60 Ribu Penumpang Padati Kereta Api dari Bandung dalam Dua Hari

Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung. Dalam dua hari pertama Posko Angkutan Lebaran, lebih dari 60 ribu penumpang tercatat berangkat dan tiba di sejumlah stasiun, sementara penjualan tiket telah mencapai 250 ribu dengan okupansi 72,4 persen.

Mar 14, 2026 19:42 · 7 bulan lalu
Mudik Lebaran 2026 Membludak! 60 Ribu Penumpang Padati Kereta Api dari Bandung dalam Dua Hari
Mudik Lebaran 2026 Membludak! 60 Ribu Penumpang Padati Kereta Api dari Bandung dalam Dua Hari

INFOBAIK I BANDUNG,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya transmisi masyarakat pada dua hari pertama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, yakni pada tanggal 13 hingga 14 Maret 2026. 

Selama periode tersebut, total sebanyak 32.144 pelanggan tercatat berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung, sementara 28.460 pelanggan tercatat tiba menggunakan layanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa tingginya jumlah pelanggan pada awal masa posko ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama untuk bepergian selama masa mudik Lebaran. Selain menawarkan kenyamanan dan waktu yang tepat, kereta api juga dinilai sebagai moda transportasi yang aman dan efisien bagi masyarakat.

“Kami melihat antusiasme masyarakat untuk menggunakan kereta api pada masa Angkutan Lebaran ini cukup tinggi. Pada dua hari pertama masa posko, tercatat lebih dari 60 ribu pelanggan telah menggunakan layanan kereta api baik yang berangkat maupun tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung,” ujar Kuswardojo, Sabtu (14/3/2026)

Secara kumulatif hingga dua hari pertama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 250.290 tiket kereta api telah terjual untuk perjalanan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 2 Bandung. Angka tersebut setara dengan okupansi sebesar 72,4% dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan selama masa Angkutan Lebaran tahun ini.

KAI Daop 2 Bandung sebelumnya telah menyiapkan kapasitas tempat duduk tersebut untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Penyediaan kapasitas ini mencakup perjalanan kereta api reguler maupun kereta tambahan yang dioperasikan untuk mengantisipasi pasokan permintaan.

Kuswardojo menambahkan bahwa ia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan penjualan tiket serta arus pergerakan pelanggan di berbagai stasiun. Langkah ini dilakukan agar seluruh pelayanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan optimal.

“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan sarana kereta, prasarana di stasiun, hingga kesiapan petugas di lapangan. Tujuannya agar seluruh pelanggan dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran,” tambahnya.

Selain memastikan tersedianya kapasitas angkutan, KAI Daop 2 Bandung juga berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan, mulai dari kebersihan stasiun dan kereta, peningkatan fasilitas pelayanan, hingga optimalisasi pelayanan petugas yang siap membantu pelanggan selama perjalanan.

Pada kesempatan tersebut, Kuswardojo juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api agar merencanakan perjalanan dengan baik serta melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi KAI untuk menghindari penipuan.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, membawa identitas yang sesuai dengan data pada tiket, serta memperhatikan kembali jadwal keberangkatan kereta. Dengan demikian proses boarding dapat berjalan lancar dan perjalanan mudik menggunakan kereta api dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” tutup Kuswardojo.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, KAI Daop 2 Bandung optimistis dapat memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2026, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.