Panggung Reuni Guns N’ Roses Jadi Ajang Unjuk Sejarah Rock Tanah Air
Konser reuni Guns N’ Roses di Jakarta pada November 2026 akan dimeriahkan sembilan musisi legendaris Indonesia, termasuk Ian Antono, Dewa Budjana, dan Rhoma Irama.
INFOBAIK I JAKARTA – Konser reuni Guns N’ Roses (GNR) di Jakarta pada November 2026 akan menghadirkan kolaborasi istimewa yang mempertemukan sembilan musisi legendaris Indonesia dalam satu panggung.
Pertunjukan pembuka ini tidak hanya menjadi pengantar bagi penampilan band rock asal Amerika Serikat tersebut, tetapi juga menampilkan perjalanan panjang musik rock Indonesia.
Promotor Rajawali Indonesia menyiapkan konsep khusus bertajuk sembilan dewa gitar yang melibatkan sejumlah musisi lintas generasi dan latar belakang musik. Format tersebut dipilih untuk memperlihatkan kekayaan perjalanan musik Indonesia dalam menyambut penampilan salah satu band rock dunia.
Founder Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Ramli, mengatakan konsep tersebut dirancang karena konser reuni Guns N’ Roses dinilai sebagai momentum istimewa yang membutuhkan pertunjukan pembuka berbeda dari biasanya.
Menurut dia, alih-alih hanya menghadirkan satu grup musik, promotor memilih mengumpulkan para musisi yang memiliki kontribusi dalam perkembangan musik rock nasional.
"Penampilan GNR ini kan istimewa karena mereka reuni. Maka opening act-nya harus lebih istimewa. Penampilan 9 Dewa ini jadi representasi perjalanan musik rock Indonesia. Kita pilih angka 9 karena angka tertinggi," ujar Anas dikutip detikcom, Minggu (18/10/2026)
BACA JUGA:Konser DEWA 19 All Stars 2.0 di GBK: Steve Vai Hingga Eks Guns N’ Roses Bikin Penonton Histeris!
Sembilan musisi yang akan tampil adalah Ian Antono, Eet Sjahranie, Edi Kemput, Toto Tewel, Pay BIP, Aziz MS dari Jamrud, Jhon Paul Ivan, Dewa Budjana, dan Rhoma Irama.
Kehadiran Rhoma Irama menjadi salah satu unsur menarik dalam pertunjukan tersebut. Sosok yang selama ini dikenal luas sebagai Raja Dangdut itu mengaku terkejut ketika mendapat undangan untuk bergabung bersama para gitaris legendaris Indonesia.
"Saya surprise banget. Tiba-tiba Anas telepon bilang diajak ngumpul sama dewa gitar. Lah, gue kan bukan dewa gitar, gue dewa vokal!" kata Rhoma sambil tertawa.
Meski demikian, Rhoma menyambut positif kesempatan tersebut karena dapat kembali berkumpul dengan rekan-rekan musisi.
"Tapi karena yang ngundang sahabat, ya saya happy banget bisa kumpul lagi," ujarnya.
Kolaborasi Musisi Lintas Generasi
Pertunjukan ini juga melibatkan sejumlah musisi pendukung, yakni Rere Grass Rock pada drum, mendiang Ricardo pada keyboard, serta tiga vokalis, Ahmad Albar, Roy Jeconiah, dan Krisyanto Jamrud.
Gitaris Gigi, Dewa Budjana, dipercaya menjadi pengarah musik atau music director. Dia menjelaskan, pertunjukan akan disusun dengan menampilkan lagu-lagu dari masing-masing gitaris sebelum seluruh musisi berkolaborasi dalam satu lagu penutup.
Aransemen lagu tetap dipertahankan agar tidak terlalu jauh dari versi aslinya sehingga penonton dapat menikmati karakter musik yang sudah dikenal.
"Bagannya tetap gak jauh beda sama lagu asli biar penonton nggak asing. Buat saya ini kesempatan langka banget," tutur Budjana.
Konsep tersebut memberikan ruang bagi setiap musisi untuk menampilkan karakter musikalnya sekaligus membangun pertunjukan kolektif. Penampilan ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai warna musik yang berkembang dalam industri musik Indonesia.
Tiket Tribun Habis Terjual
Antusiasme penonton terhadap konser Guns N’ Roses di Jakarta juga terlihat dari penjualan tiket. Anas mengungkapkan, tiket untuk seluruh kategori tribun, mulai dari VIP Tribun A hingga VIP Tribun B, telah habis terjual.
Menjelang hari pelaksanaan, tiket kategori Festival disebut masih tersedia dalam jumlah terbatas.
Promotor juga memastikan kualitas tata suara dan pencahayaan untuk pertunjukan sembilan dewa gitar disiapkan dengan standar produksi konser internasional.
Sementara itu, penampilan Guns N’ Roses akan menjadi salah satu agenda musik yang dinantikan penggemarnya di Indonesia. Band yang identik dengan Axl Rose dan Slash tersebut dijadwalkan membawakan lagu-lagu andalan mereka dalam pertunjukan berdurasi sekitar tiga jam.
Perpaduan antara penampilan band rock internasional dan kolaborasi para musisi legendaris Indonesia diharapkan menghadirkan pengalaman konser yang berbeda bagi penonton.
Lebih dari sekadar pertunjukan pembuka, kolaborasi sembilan dewa gitar menjadi ruang untuk memperlihatkan kontribusi musisi nasional dalam membentuk perjalanan musik rock Indonesia, sekaligus mempertemukannya dengan panggung musik dunia.

