Pengusaha Asal Indonesia Bakal Ciptakan Green Building di Australia
INFOBAIK.ID I BANDUNG,– Banyak hal yang harus dilakukan oleh Kota Sydney untuk mengejar kota-kota global lainnya di Dunia dalam hal desain dan pengembangan kawasan yang berkelanjutan.
CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan berdasarkan hasil Pemilihan Federal Australia baru-baru ini mengirimkan pesan yang jelas dari para pemilih bahwa perlu ada fokus yang jauh lebih besar pada konsep hijau dan berkelanjutan yang positif bagi lingkungan di semua bidang termasuk pengembangan properti.
“Ini sejalan dengan rencana pemerintah Australia untuk mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2050,” kata Iwan kepada wartawan dalam konferensi pers virtual
Rencana berbasis teknologi tersebut telah menetapkan jalur yang kredibel untuk mencapai net zero pada tahun 2050, sambil melestarikan industri yang ada, menjadikan Australia sebagai pemimpin dalam teknologi rendah emisi.
Rencana tersebut didasarkan pada kebijakan yang ada dan akan dipandu oleh lima prinsip yang akan memastikan pelestarian Australia ke perekonomian net zero tidak akan mengancam industri, wilayah, atau pekerjaan yang sudah ada sebelumnya.
“Di Crown Group, kami telah menerapkan prinsip-prinsip dasar bangunan ramah lingkungan sejak tahun 2010, menciptakan tren perumahan baru di dunia.” tegasnya
Hal ini bisa terlihat dalam pekerjaan kami pada Arc by Crown Group, Infinity by Crown Group, Waterfall by Crown Group, The Grand Residences dan sekarang Mastery by Crown Group.
Konsep yang menyatu dengan alam, penggunaan material berbahan dasar kayu dan bisa daur ulang, ruang tamu yang luas dengan sirkulasi udara maksimal serta keberadaan pintu kaca besar yang memungkinkan sinar matahari dapat menyinari secara alami, sehingga mengurangi konsumsi listrik.
Iwan menjelaskan sebelum akhir 2022, akan meluncurkan ONE Global Capital, sebuah holdings baru yang akan fokus pada Ritel, Pembangunan Hunian, Hotel dan Convention.
“Kami saat ini sedang dalam tahap finalisasi sebelum kami perkenalkan kepada publik,”ujarnya
Keberadaan ONE Global Capital sangat dibutuhkan untuk kegiatan ekspansi usaha ke sektor-sektor yang saat ini belum tersesentuh. Sebagai langkah awal, ONE Global Capital akan membangun proyek perumahan perdananya di kawasan Chatswood, Sydney”
Sementara itu, berakhirnya pandemi COVID-19 di Australia, kinerja SKYE Suites mengalami penurunan yang signifikan. Rerata keterisian kamar hotel Crown Group di 3 lokasi mencapai di atas 80%”. SKYE Suites juga menuai kesuksesan yang luar biasa dengan terpilihnya sebagai mitra resmi dari AfterPay Australian Fashion Week selama 3 tahun. Ditambah perpanjangan kerja sama dengan program TV reality show paling populer di Australia, Married at First Sight.
“Sebuah pencapaian yang membangggakan mengingat usia SKYE Suites adalah pemain baru di industri perhotelan Australia” ungkapnya
Berkenaan dengan migrasi, Iwan menjelaskan Business Council of Australia (BCA) menyatakan adanya tambahan arus migrasi yang cukup tinggi selama dua tahun ke depan.
“Kami sepakat dengan sikap Dewan Bisnis Australia, berkumpul kepada Pemerintahan Albanese untuk meningkatkan jumlah migran yang masuk ke Australia yang dapat membantu pemulihan ekonomi Australia,” ungkapnya
Diketahui, migrasi turun selama pandemi dan saat ini dibatasi pada 160.000 jiwa. Business Council of Australia ingin meningkatkan Batasan tersebut menjadi 220.000 jiwa pada tahun 2022-23 dan 2024, dan kemudian kembal lagi menjadi 190.000 jiwa.
Dampak penutupan perbatasan internasional terkait pandemi COVID-19 mengakibatkan penurunan jumlah migrasi selama enam kuartal secara berturut-turut. Pertumbuhan penduduk selama 12 bulan terakhir sepenuhnya disebabkan oleh peningkatan alami (penambahan 136.200 jiwa), sementara migrasi dari luar negeri negatif (berkurang 67.300 jiwa) selama periode tersebut.
"Hal ini juga berdampak pada jumlah tenaga kerja di Australia. Oleh karena itu, pemerintah Australia telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran jumlah waktu kerja bagi pelajar asing yang sebelumnya dibatasi hanya 20 jam seminggu." jelasnya
Menurutnya, langkah ini akan segera berlaku untuk semua siswa saat ini sudah berada di Australia ataupun yang baru akan tiba, termasuk mereka yang baru mengajukan izin kerja siswa baru. Para pelajar tesebut bahkan dapat bekerja sebelum program studi mereka dimulai. Mereka juga akan dapat bekerja lebih dari 40 jam setiap dua minggu di sektor ekonomi mana pun.
Berdasarkan Biro Statistik Australia, pada akhir Juni 2019, 88.740 orang kelahiran Indonesia tinggal di Australia, 29,4% lebih banyak dari jumlah (68.570) pada 30 Juni 2009. Ini adalah salah satu komunitas migran terbesar di Australia, setara dengan 1,2% komunitas migran Australia dan 0,3% dari total populasi Australia.
Sedangkan, jumlah pelajar Indonesia di Australia yang tercatat per tanggal 28 Juni 2021 yakni sebanyak 12.645 pelajar. Ini menempatkan Indonesia di peringkat 6 jumlah siswa asing terbanyak di Australia setelah Tiongkok, India, Nepal, Vietnam dan Malaysia.
“Di terlihat posisi strategis Indonesia” katanya
Seperti diketahui sebelumnya,
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi setelah terpilih pada Mei 2022.
Pertemuan antara kedua kepala negara tersebut membahas tentang perdagangan dan investasi bilateral, kerja sama di bidang iklim dan energi, serta kepentingan regional dan global. Yang penting dalam kunjungan ini adalah keinginan kedua belah pihak untuk membuka potensi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan harapannya kepada Anthony Albanese mengenai penambahan kuota liburan kerja hingga 5.000 peserta per tahun.
Kebijakan ini akan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi para pekerja usia muda dari Indonesia, dan membantu Australia dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja musiman.
Kunjungan tersebut juga menggambarkan bahwa pemerintah Australia kini ingin lebih fokus pada hubungan dengan Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan perubahan iklim, sebuah isu yang penting bagi negara-negara tetangga di kawasan Pasifik.
