Penyiar Berita Dipilih Jadi Raja Baru Uganda

Penyiar berita Edward Rukidi Kijanangoma dipilih menjadi raja baru Kerajaan Tooro di Uganda setelah wafatnya Raja Oyo pada usia 34 tahun.

Sep 20, 2026 20:00 · 16 hari lalu
Penyiar Berita Dipilih Jadi Raja Baru Uganda
Penyiar Berita Dipilih Jadi Raja Baru Uganda

INFOBAIK I KAMPALA,– Pergantian takhta di Kerajaan Tooro, Uganda, menarik perhatian setelah seorang penyiar berita dan editor televisi dipilih untuk menjadi raja baru kerajaan tradisional tersebut. 

Edward Rukidi Kijanangoma, yang merupakan sepupu mendiang Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV, ditetapkan sebagai penerus melalui proses adat kerajaan.

BACA JUGA: Viral Video Seskab Teddy di LRT Prabowo, Ini Klarifikasi soal Pejabat yang Diminta Pindah Gerbong

Kijanangoma sebelumnya bekerja sebagai penyiar berita sekaligus editor di Uganda Broadcasting Corporation (UBC), lembaga penyiaran milik negara Uganda. 

Penunjukannya terjadi setelah Raja Oyo meninggal dunia pada 27 Agustus 2026 di Amerika Serikat pada usia 34 tahun.

Raja Oyo dikenal luas karena naik takhta ketika baru berusia tiga tahun pada 1995. Selama bertahun-tahun, sosoknya menjadi perhatian internasional karena statusnya sebagai salah satu raja termuda di dunia.

Setelah wafatnya Raja Oyo, komite suksesi dari klan kerajaan Babiito memilih Kijanangoma sebagai penerus. Proses tersebut kemudian memperoleh dukungan dari Supreme Council Kerajaan Tooro pada 15 September 2026. Dewan tersebut secara bulat mengesahkan keputusan klan Babiito untuk menunjuk Kijanangoma sebagai penerus.

Dalam perkembangan berikutnya, Kerajaan Tooro menetapkan 29 September 2026 sebagai tanggal penobatan Kijanangoma. Ia akan menggunakan nama kerajaan Omukama Edward Rukidi Nyabongo I dan menjalani rangkaian ritual tradisional di Karuziika Royal Palace, Fort Portal.

Namun, proses suksesi tersebut sempat menimbulkan perbedaan pandangan di lingkungan keluarga kerajaan. Saudara perempuan Raja Oyo, Putri Ruth Komuntale, serta ibunya, Queen Mother Best Kemigisa, mempertanyakan keputusan tersebut.

Keluarga mendiang raja menyatakan bahwa Oyo meninggalkan seorang putra dan sebuah surat wasiat yang menyebut anak tersebut sebagai pewaris takhta. 

Identitas anak itu belum diumumkan secara terbuka. Di sisi lain, para tetua klan Babiito tetap mendukung Kijanangoma berdasarkan proses suksesi yang berlaku dalam tradisi Kerajaan Tooro.

Sengketa tersebut membuat proses pergantian kepemimpinan Kerajaan Tooro menjadi perhatian publik. Meski demikian, kerajaan tradisional di Uganda tidak memiliki kedaulatan politik formal. Tooro merupakan satu dari lima kerajaan tradisional yang diakui pemerintah Uganda dan memiliki peran terutama dalam bidang budaya serta kehidupan sosial masyarakat.

Raja Oyo sendiri telah dimakamkan di Karambi Royal Tombs, Fort Portal, pada 12 September 2026. Dalam rangkaian ritual pemakaman, Kijanangoma turut menjalankan salah satu ritual tradisional yang menandai proses peralihan kepemimpinan kerajaan.

Dengan keputusan Supreme Council dan penetapan jadwal penobatan, Kijanangoma kini memasuki tahap akhir menuju pengukuhan sebagai Omukama baru Tooro. Sementara itu, persoalan mengenai klaim pewaris dari mendiang Raja Oyo masih menjadi bagian dari dinamika suksesi kerajaan tersebut.