Perekonomian Jabar Tumbuh Positif apda Triwulan III/ 2024
WEST JAVA ECONOMIC SOCIETY (WJES) 2024:
REKOMENDASI KEBIJAKAN BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA BARAT
Konsisten mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi Jawa Barat melalui berbagai
rekomendasi aplikatif,
.Perekonomian Jabar Tumbuh Positif apda Triwulan III/ 2024
INFOBAIK I BANDUNG - Perekonomian Jawa Barat triwulan III 2024 tumbuh positif didukung oleh investasi yang tumbuh tinggi dan kinerja ekspor yang mulai menunjukkan perbaikan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur, mengatakan
perkembangan harga terkendali, stabilitas sistem keuangan terjaga, dan sistem pembayaran handal turut mendukung kinerja perekonomian Jawa Barat.
"Kami optimis akan prospek ekonomi dan inflasi Jawa Barat hingga akhir tahun akan tetap berada dalam rentang sasaran yakni masing-masing 4,6%-5,4% dan 2,5%+-8%,"kata Nur kepada wartawan, Senin (16/11/2024)
Sementar itu, Bank Indonesia bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat menggelar Seminar Nasional yang sekaligus menjadi puncak rangkaian West Java Economic Society (WJES) 2024.
Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin; Kepala Bank Indonesia Jawa Barat, Bapak Muhamad Nur; dan Ketua ISEI Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat, Martha Fani Cahyandito. Hadir pula Asisten Daerah II Provinsi Jawa Barat, M.
Taufik Budi Santoso, pimpinan instansi vertikal, perwakilan OPD, pimpinan perbankan, akademisi, dan media.
Rangkaian WJES 2024, yang merupakan penyelenggaraan tahun ke-5, diawali dengan kick off kegiatan call for recommendative papers pada Februari 2024, dengan mengangkat tema “Memperkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat melalui Optimalisasi
Peran Infrastruktur, Sumber Pertumbuhan Baru dan Digitalisasi”.
Agenda WJES 2024 yang berfokus pada tiga pilar utama: peningkatan infrastruktur, pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan perluasan digitalisasi telah berhasil melahirkan beragam
ide, gagasan, dan terobosan kebijakan yang implementatif dalam menjaga stabilitas
makroekonomi dan mendukung perekonomian ekonomi Jawa Barat.
Pada puncak acara WJES 2024, dipaparkan tiga paper terbaik yang telah terkurasi melalui seleksi ketat dewan juri yang terdiri dari para guru besar perguruan tinggi ternama di Jawa Barat.
Ketiga paper tersebut berturut-turut berdasarkan ranking berjudul: (i)Leveraging Investment, Infrastructure, and Digital Presence to Enhance Cultural Tourism in West Java, karya Puspita Anggraini Kaban & Sri Indriyani Siregar, Badan Pusat Statistik Tapanuli Tengah; (ii) Big Data Analysis of West Java Food Commodities Using LA-AIDS Model, karya Jonathan Ersten, Matthew Kartawinata, & Nicholas Liem, ISEI dan; (iii) Within Sector Inequality and Between Sector Inequality in West
Java, karya Adhi Kurniawan, Badan Pusat Statistik.
Paper yang meraih peringkat pertama CFRP WJES 2024 membahas terkait potensi sektor pariwisata di Jawa Barat yang masih belum optimal, diperlukan strategi untuk meningkatkan pariwisata budaya seperti digitalisasi, revitalisasi dan perbaikan infrastruktur.
Paper terbaik kedua membahas kiat meningkatkan kemandirian pangan di Jawa Barat, sedangkan paper terbaik ketiga mengembangkan indeks komposit sosial ekonomi yang lebih komprehensif serta menganalisis tingkat ketimpangan sosial ekonomi.
"Dari hasil call for recommendative papers
WJES 2024 yang masuk, Bank Indonesia Jawa Barat telah mendapatkan berbagai ide dan rekomendasi aplikatif guna mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, konektivitas infrastruktur, hilirisasi, serta optimalisasi penggunaan produk
dalam negeri,"ungkapnya
Adapun, Asda II Provinsi Jawa Barat, M. Taufiq Budi Santoso, mengapresiasi langkah Bank Indonesia Jawa Barat bersama ISEI cabang Bandung koordinator Jawa Barat yang kembali melanjutkan peran aktif WJES dalam melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi
Jawa Barat.
Gelaran WJES diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam mengawal
berbagai program sinergi Bank Indonesia, ISEI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat lainnya guna mendukung stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua ISEI Cabang Bandung koordinator Jawa Barat, Prof. Fani, menyampaikan bahwa gelaran WJES ke-lima bersama Bank Indonesia Jawa Barat merupakan langkah konkret ISEI yang secara konsisten menjadi mitra strategis dalam mendukung kebijakan ekonomi dan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, sesi panel discussion yang menghadirkan tiga narasumber akademisi dan praktisi ahli, yaitu Prof. rer. Pol Hamzah Ritchim M.BIT., AK., Universitas Padjajaran, Bapak Wijaya Kusumawardhana,S.T.,MMIB, KOMDIGI, dan Ibu Lishia Erza, MA., APINDO berlangsung aktif.
Diskusi diwarnai dengan pembahasan terkait dukungan digitalisasi yang dapat meningkatkan peran UMKM. Namun, transformasi digital masih membutuhkan dukungan serentak dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga setiap lini masyarakat.
Di sisi lain, pengadopsian tren ekonomi digital dan terbarukan di Indonesia memerlukan kompetensi dan mindset kewirausahaan yang kuat.
Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin yang hadir menutup seluruh
rangkaian kegiatan WJES 2024 kembali menegaskan pentingnya kolaborasi yang melibatkan seluruh pihak dalam terus melahirkan inovasi, ide, gagasan dan rekomendasi aplikatif untuk terus mendorong kinerja perekonomian Jawa Barat.
Bey mengapresiasi upaya yang telah
dilakukan Bank Indonesia bersama ISEI dalam rangkaian WJES.
Di akhir acara, Bank Indonesia Jawa Barat secara simbolis memberikan kumpulan
rekomendasi kebijakan pendukung perekonomian kepada Pj Gubernur Provinsi Jawa Barat dalam sebuah Buku Rekomendasi Kebijakan WJES 2024 yang akan menjadi masukan penting bagi perumusan kebijakan ekonomi Jawa Barat ke depan.
Tak lupa, Bank Indonesia dan ISEI
Bandung Koordinator Jawa Barat juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari Call for Recommendative Paper WJES tahun-tahun sebelumnya sehingga inflasi dan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tetap terjaga dalam level yang kondusif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muhamad Nurmkmkkuu6
