PTDI Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Pelatihan Digital
PTDI dan Defend ID memperkuat daya saing 32 UMKM binaan melalui pelatihan kemasan produk serta fotografi dan videografi digital.
INFOBAIK I KBB,– Penguatan kapasitas menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah perubahan pola pemasaran dan meningkatnya persaingan usaha.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI bersama industri pertahanan yang tergabung dalam Defend ID menggelar pelatihan bagi UMKM binaan.
Pelatihan UMKM Defend ID bertema “Membangun UMKM Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” tersebut berlangsung di Grafika Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini diikuti 32 UMKM binaan Defend ID.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar dapat menyesuaikan bisnis dengan kebutuhan pasar, khususnya dalam aspek kualitas produk, identitas usaha, kemasan, serta pemasaran berbasis digital.
Bagi PTDI, penguatan kapasitas menjadi bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tidak hanya menitikberatkan pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kemampuan dan kemandirian pelaku UMKM.
Melalui pendekatan tersebut, UMKM binaan diharapkan mampu mengembangkan potensi usaha secara lebih mandiri, termasuk meningkatkan tampilan produk dan memanfaatkan kanal digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Materi pelatihan mencakup pengembangan kemasan produk serta fotografi dan videografi produk menggunakan smartphone. Materi disampaikan Owner Rumah Kemasan Bandung & Kitapreneur.id Mohamad Firsan dan Manager Produksi Rumah Kemasan Bandung Ridha Rifandi Nugraha.
Pembekalan tersebut ditujukan agar pelaku UMKM tidak hanya memahami pentingnya kualitas produk, tetapi juga mampu membangun presentasi produk yang lebih kompetitif di kanal pemasaran digital.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sebagai bagian dari sinergi Defend ID dalam memperkuat program pemberdayaan UMKM.
Subkoordinator TJSL BUMN Khairul Mampei mengatakan peningkatan kualitas produk dan kemampuan pemasaran digital menjadi aspek penting bagi UMKM untuk menghadapi perkembangan industri.
“Kami dari BP BUMN mengapresiasi inisiatif Defend ID dalam menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan UMKM ini. Di tengah perkembangan industri dan digitalisasi, UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk, salah satunya melalui kemasan yang baik serta kemampuan memanfaatkan media sosial,” ujar Khairul.
Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian pengetahuan, tetapi dapat diterapkan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha.
“Kami berharap ilmu yang didapat hari ini tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diimplementasikan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas, daya saing, dan kemampuan UMKM untuk naik kelas,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PTDI Rommy Indah Jayanti mengatakan pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan
“PTDI memandang pemberdayaan UMKM sebagai bagian penting dari kontribusi Perusahaan dalam menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Melalui program TJSL dan sinergi Defend ID, kami berupaya memberikan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan UMKM,” ujar Rommy.
Ia mengatakan pembinaan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnisnya sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat.
Salah satu peserta, Siti Saidah, pelaku UMKM binaan PTDI yang menjalankan usaha Bolu Jadul, menilai materi yang diberikan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PTDI yang telah memfasilitasi saya mengikuti kegiatan ini. Banyak sekali manfaatnya buat saya ikut pelatihan ini, mulai dari cara pengemasan dan lain-lain yang menambah wawasan saya sebagai UMKM untuk bisa lebih maju lagi di masa depan,” ujar Siti.
Melalui sinergi TJSL Defend ID, PTDI berkomitmen melanjutkan program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Pembekalan yang menyesuaikan kebutuhan bisnis diharapkan dapat membantu UMKM binaan merespons perubahan pasar, memperluas akses pemasaran, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
