Ratusan UMKM Bandung Raih Sertifikasi Bisnis Gratis

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) Perwakilan Jawa Barat resmi meluncurkan Program Sertifikasi Bisnis bagi 123 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Jul 3, 2026 15:00 · 3 bulan lalu
Ratusan UMKM Bandung Raih Sertifikasi Bisnis Gratis
Ratusan UMKM Bandung Raih Sertifikasi Bisnis Gratis

INFOBAIK I BANDUNG, – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) Perwakilan Jawa Barat resmi meluncurkan Program Sertifikasi Bisnis bagi 123 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. 

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KAI yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui sertifikasi legal, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan Sertifikasi Halal.

 “Kami tidak hanya memfasilitasi pelatihan, tetapi juga memberikan akses sertifikasi yang akan meningkatkan kredibilitas bisnis UMKM. Bahkan kami juga membuka peluang permodalan melalui kerja sama dengan BRI dengan margin rendah,” ungkap Vice President CSR PT KAI, Sandra Pridaswara

Selama enam bulan ke depan, peserta program akan mengikuti rangkaian pelatihan, pendidikan, pendampingan administrasi, dan penerbitan sertifikat resmi. PT KAI menargetkan para peserta bisa naik kelas dan menembus pasar digital maupun ritel nasional.

“Peserta program UMKM ini masuk di Kelas 1, yaitu pelaku usaha yang belum memiliki legalitas. Ke depan, mereka bisa naik kelas hingga Kelas 4 yang diarahkan untuk ekspor dan pameran internasional,” jelas Sandra.

Rencana jangka panjang PT KAI bahkan mencakup fasilitasi UMKM untuk mengikuti event luar negeri. Tahun ini, program seperti telah membawa pelaku usaha lokal ke Tokyo, Dubai, dan akan segera ke Korea, Jeddah, dan Australia.

Direktur Penghimpunan dan Jaringan Penyaluran BMM, Betsy E. Jiesral, menegaskan bahwa legalitas usaha sangat penting dalam membangun pasar kepercayaan.

“Sertifikasi bukan hanya soal izin, tapi juga menyangkut standar keamanan, kebersihan, dan kualitas. Konsumen masa kini ingin kepastian bahwa produk yang mereka beli halal, aman, dan legal,” tegas Betsy.

Sejak tahun 2000, BMM telah membantu 123 sertifikasi usaha di 12 kabupaten/kota, dan pada tahun 2024 lalu, berhasil mendampingi 186 penerima manfaat yang sebagian besar adalah perempuan pelaku UMKM.

PT KAI dan BMM menegaskan bahwa program ini bukan sekedar seremoni, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membina UMKM secara berkelanjutan dan inklusif. Dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan secara bertahap, program ini menjadi harapan baru bagi pelaku usaha lokal untuk terus tumbuh, legal, dan siap bersaing di pasar global.

Sementara itu, antusiasme peserta sangat terasa dalam acara peluncuran program ini. Salah satunya Nita Rosita, seorang perajin kerupuk legendaris yang mengaku optimistis usahanya akan berkembang lebih luas.

 “Dulu saya hanya menjual di pasar sekitar.Sekarang dengan sertifikat ini, saya ingin bisa menjual di supermarket dan melalui platform online,” ujarnya 

 “Terima kasih kepada BMM dan PT KAI. Ini sangat membantu kami agar usaha semakin maju dan penjualan meningkat,” tutup pemilik usaha kerupuk gurilem khas Bandung ini.