SBM ITB Soroti Pentingnya Pasar dalam Perekonomian Riil

Selama 30 hari ke depan, para mahasiswa akan berkontribusi dalam pengembangan usaha masyarakat dengan pendekatan strategis yang inovatif.

Feb 26, 2025 10:00 · 2 tahun lalu
SBM ITB Soroti Pentingnya Pasar dalam Perekonomian Riil
SBM ITB Soroti Pentingnya Pasar dalam Perekonomian Riil

INFOBAIK I CIMAHI – Sebanyak 43 mahasiswa Program Studi Sarjana Kewirausahaan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB resmi meluncurkan program lapangan di Pasar Atas dan Pasar Cimindi pada Selasa, (25/2/2025)

Program ini merupakan bagian dari Program Societal Impact yang terintegrasi dalam mata kuliah Pertumbuhan Bisnis (Business Scale Up). Selama 30 hari ke depan, para mahasiswa akan berkontribusi dalam pengembangan usaha masyarakat dengan pendekatan strategis yang inovatif.

Acara ini dibuka oleh Indra Firmansah Bagjana, Ketua Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Perindustrian Kota Cimahi, yang mewakili Kepala Dinas. Dalam sambutannya, Indra menekankan pentingnya branding dalam meningkatkan nilai jual produk.

“Tugas saudara sekalian sebagai mahasiswa adalah membangun branding, di mana produk biasa mampu memiliki nilai lebih tinggi,” ujar Indra.

Ketua Program Studi Sarjana Kewirausahaan SBM ITB, Sonny Rustiadi, turut menyoroti peran strategis pasar tradisional dalam perekonomian riil.

"Pasar adalah salah satu penggerak ekonomi pada bisnis riil, menjadikannya ekosistem yang menarik untuk digali, dibangun, dan memberikan dampak," kata Sonny.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk membantu para pedagang meningkatkan daya saing bisnis mereka, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa. Mereka akan fokus pada pengembangan digital marketing, finansial, serta penguatan rantai pasok, terutama menjelang Ramadan yang menjadi tantangan bagi pelaku usaha.

Dukungan dari para pedagang pun mengalir. Nurhasan, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Atas, berharap program ini dapat membantu pedagang beradaptasi dengan teknologi digital.

“Di Pasar Atas, mayoritas pedagang berusia antara 40 hingga 50 tahun, sehingga adopsi teknologi digital menjadi tantangan tersendiri. Dengan adanya program ini, kami berharap pasar tradisional dapat bertransformasi menjadi pasar yang mengoptimalkan platform digital,” ungkapnya.

Hana, salah satu pedagang yang pernah menjadi Perempuan Pedagang Inspiratif tingkat Nasional, juga memberikan motivasi kepada mahasiswa. Ia membagikan pengalamannya dalam menemukan peluang di tengah tantangan, termasuk saat berhasil meningkatkan omset melalui penjualan online selama pandemi COVID-19.

Menanggapi antusiasme masyarakat, Hafiz, mahasiswa SBM ITB angkatan 2025, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan ini.

“Program ini tidak hanya menjadi sarana bagi kami untuk belajar, tetapi juga memungkinkan kami memberikan dampak secara langsung. Selain itu, program ini semakin meyakinkan kami dalam meraih cita-cita untuk menjadi pebisnis,” kata Hafiz.

Saat ini, 43 mahasiswa terbagi dalam 11 kelompok. Sembilan kelompok berfokus di Pasar Atas dengan tiga zona utama: produk kering dan sembako, sayuran dan produk segar, serta kuliner dan kerajinan. Sementara itu, dua kelompok lainnya mengembangkan sektor fashion di Pasar Cimindi.

Dengan dukungan dari dinas dan UPT Pasar, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal, sebagaimana intervensi sukses SBM ITB di Pasar Cihapit dan Kosambi beberapa tahun lalu. Jika berhasil, program ini akan berlanjut dalam dua hingga tiga tahap ke depan, membawa perubahan berkelanjutan bagi pasar tradisional di Cimahi.