Teknologi Anak Bangsa Ubah Pasir Silika Jadi Energi Masa Depan
Semangat menuju era energi bersih bergema di jantung Ibu Kota! Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy Society (IFHE), PLN SC, dan PT Hidro Dinamika Internasional (HDI) menggelar Hydrogen Car Free Day di Dukuh Atas, Jakarta. Mobil hidrogen karya anak bangsa asal Bandung jadi sorotan, bukti nyata transisi energi hijau dari pasir silika hingga kendaraan ramah lingkungan.
INFOBAIK I BANDUNG, - Semangat menuju era energi bersih bergema di jantung Ibu Kota. Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy Society (IFHE) bersama PLN SC (Suku Cadang) dan PT Hidro Dinamika Internasional (HDI) menggandeng publik dalam gelaran “Hydrogen Car Free Day” di kawasan BNI Dukuh Atas, Jakarta
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa transisi energi bukan lagi wacana, melainkan gerakan nyata lembaga lintas untuk memperkenalkan hidrogen sebagai sumber energi masa depan yang bersih, efisien, dan ramah lingkungan.
PT HDI, perusahaan yang berbasis di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melakukan pencurian perhatian. Melalui penelitian bertahun-tahun, HDI berhasil mengembangkan teknologi konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan berbahan bakar hidrogen, tanpa perlu mengganti mesin sepenuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, HDI bersama PLN SC menampilkan mobil hidrogen berbasis Daihatsu Terios 2017 yang diubah menjadi kendaraan pembakaran hidrogen. Tak hanya itu, dua unit kompor hidrogen juga dipamerkan sebagai wujud penerapan teknologi bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
Demonstrasi ini menunjukkan bahwa hidrogen bukan hanya masa depan industri otomotif, tetapi juga dapat menjadi sumber energi alternatif yang terjangkau dan praktis bagi masyarakat luas.
President Director PT HDI, Rudiyana Supriadi, menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan HDI menggunakan konsep Hydro-Si System — proses produksi hidrogen dari silikon hasil reduksi pasir silika lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan teknologi hidrogen dari hulu hingga hilir dari pasir silika menjadi hidrogen, hingga penggunaannya dalam kendaraan dan peralatan rumah tangga. Ini adalah ekosistem hijau yang benar-benar lahir dari tanah air,” ujar Rudiyana.
Teknologi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mandiri dalam pengembangan energi hijau, sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.
Acara tersebut juga menghadirkan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Prof. Eniya Listiani Dewi, serta Vice President Dekarbonisasi PT PLN (Persero), Ricky Cahya Andrian, yang memimpin kegiatan bersama IFHE.
Menurut Ricky, kegiatan Hydrogen Car Free Day menjadi langkah strategi menunjukkan kesiapan bangsa menyambut era energi hijau.
“Ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, BUMN, dan industri nasional dalam mewujudkan transisi energi bersih,” ujarnya.
Gelaran Hydrogen Car Free Day di kawasan Dukuh Atas menjadi simbol semangat baru Indonesia untuk berdikari dalam inovasi energi hijau. Dari Bandung hingga Jakarta, dari pasir silika hingga kendaraan, hidrogen kini bukan sekadar mimpi ilmiah tetapi kenyataan hasil karya anak bangsa.
