Temu Mitra Berhasil Pertemukan 15 UMKM dengan 11 Mitra Pembiayaan dan Pemasaran

Sebanyak 120 usaha skala mikro yang mendapat dukungan dari inisiatif Mikromandiri.id telah berhasil melewati tahap kurasi setelah mengikuti serangkaian pelatihan dan proses seleksi.

Oct 27, 2024 12:42 · 2 tahun lalu
Temu Mitra  Berhasil Pertemukan 15 UMKM dengan 11 Mitra Pembiayaan dan Pemasaran
Temu Mitra Berhasil Pertemukan 15 UMKM dengan 11 Mitra Pembiayaan dan Pemasaran

INFOBAIK I BANDUNG, - Sebanyak 120 usaha skala mikro yang mendapat dukungan dari inisiatif Mikromandiri.id telah berhasil melewati tahap kurasi setelah mengikuti serangkaian pelatihan dan proses seleksi. 

Program ini merupakan kolaborasi antara Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, di bawah kepemimpinan Dr. Yulius MA, dengan The

Greater Hub di SBM ITB.

Puncak dari program ini adalah rangkaian acara Temu Mitra yang akan digelar di empat kota sepanjang Oktober 2024, meliputi Yogyakarta, Semarang, Makassar, Bandung, dan Kabupaten Bandung. 

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Yulius menjelaskan acara ini dirancang untuk mempertemukan 10-15 UMKM terpilih, yang telah menunjukkan kesiapan dalam aspek pembiayaan dan pengembangan pasar,

dengan para mitra potensial. 

Setiap pertemuan akan menghadirkan lima mitra potensial di bidang pembiayaan dan lima mitra potensial di bidang pemasaran, memberikankesempatan bagi UMKM untuk memperluas jaringan dan peluang bisnis mereka.

"Kegiatan puncak mikromandiri.id yaitu Temu Mitra dilaksanakan di Bandung pada

tanggal 25-26 Oktober 2024 di Auditorium Freeport SBM ITB,"kata Yulius, Minggu (27/10/2024)

Secara total, Temu Mitra mikromandiri.id berhasil mengumpulkan 52 mitra pembiayaan dan pemasaran di 4 kota, dengan rata-rata 82% terjadi kesepakatan kerjasama antara mitradengan usaha mikro terpilih. 

Yulius mengungkapkan selama program mikromakdiri.id berlangsung, telah dicatat kenaikan omset tertinggi pada peserta mikromandiri.id adalah sebesar 29% per bulan, sehingga selama program yaitu bulan Juli-Oktober 2024, peningkatan omset peserta total mencapai Rp1,220,431,744 di akhir bulan Oktober. Dari total omset Rp2,111,140,476 di bulan Juni menjadi Rp3,331,572,220 di bulan Oktober 2024.

Mitra pembiayaan terdiri dari Bank Mandiri, Bank BNI, Pegadaian, Bank BJB, Bank BSI,

Bank BRI, dan Evermos Sharia Financing, sementara mitra pemasaran meliputi Toko

Organic, Rumah Mode, Sujiva, Diet Plus, Lina Kartika, Superindo, Pillow Cake, Sudut

Hutanika, Interlook, Bandung Kunafe, Dama Kara, Saung Udjo, serta Tjap Sahabat/Mimilu.

"Hari pertama kegiatan temu mitra diisi dengan kegiatan kunjungan ke mitra, yang

terbagi menjadi dua kategori, yaitu mitra pembiayaan dan mitra pemasaran,"katanya

Setelah itu pada siang harinya kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dan negosiasi antara usaha mikro dengan calon mitra pembiayaan dan pemasaran. 

Mereka telah mempersiapkan presentasi ini dengan baik, berkat bimbingan yang mereka terima selama mengikuti program Mikro Mandiri, yang mencakup penyusunan perencanaan bisnis untuk pengajuan pembiayaan dan pembuatan katalog produk untuk dipresentasikan kepada

mitra pemasaran.

Sedangkan, hari kedua kegiatan mencakup workshop yang bertemakan “Kolaborasi untuk Memperkuat Jejaring Pengembangan Bisnis” dan lanjutan dari kegiatan presentasi dannegosiasi antara usaha mikro dengan calon mitra pembiayaan dan pemasaran. 

Yulius pun mengungkapkan harapan positifnya terkait hasil program tersebut. 

"Kami berharap setelah menuntaskan program ini, para partisipan akan mampu memanfaatkan peluang pasar dan mendapatkan akses pembiayaan yang lebih

mudah, sehingga dapat mendorong perkembangan bisnis mereka secara nyata,"ungkapnya 

Adapun, Koordinator Inkubator Bisnis Thegreaterhub SBm ITB Dr. Dina Dellyana mengatakan Temu Mitra ini dirancang secara spesifik untuk memastikan mitra yang didatangkan sesuai dengan

bisnis para peserta terpilih program mikromandiri.id.

Program Pendampingan Usaha mikromakdiri.id 2024 ini merupakan inisiatif dari Kementerian Koperasi dan UKM di Deputi Bidang Usaha Mikro, yang bertujuan untuk membantu usaha mikro dalam mengatasi tantangan seperti rendahnya pemahaman kewirausahaan, masalah legalitas usaha, kualitas produk yang minim, serta kurangnya inovasi dan akses pembiayaan.

"Program Mikro Mandiri dirancang khusus untuk mendukung usaha mikro dalam

mengembangkan akses pemasaran dan pembiayaan melalui berbagai metode,"katanya

Beberapa di antaranya termasuk sharing session, pelatihan pemasaran dan

pembiayaan, pendampingan luring dan daring, serta temu mitra luring. 

Sebagian besar peserta program pendampingan usaha mikro mandiri berasal dari bisnis kuliner, fashion, kerajinan, kecantikan dan pertanian/perkebunan/peternakan/perikanan.

Mereka sangat bersemangat mengikuti rangkaian program yang panjang.

"Diharapkan inisiatif ini akan membawa pengaruh yang berarti bagi kemajuan dane kspansi usaha-usaha kecil di berbagai wilayah Indonesia,"pungkasnya