Ungguli Prabowo, Gerindra Diminta Jaga Dedi Mulyadi Jelang Pilpres 2029
Gerindra diminta menjaga hubungan dengan Dedi Mulyadi setelah survei SMRC menempatkan elektabilitasnya 35 persen, di atas Prabowo 14,5 persen.
INFOBAIK I BANDUNG,- Peta persaingan menuju Pilpres 2029 mulai menarik perhatian setelah nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi muncul sebagai salah satu figur dengan elektabilitas tertinggi.
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas meminta Partai Gerindra menjaga hubungan dengan Dedi agar kekuatan politik tersebut tetap berada dalam barisan partai.
Fernando merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan Dedi Mulyadi di atas Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi calon presiden. Menurut dia, Gerindra justru bisa memanfaatkan hasil tersebut karena survei itu menempatkan dua figur yang memiliki keterkaitan dengan Gerindra di posisi teratas.
Fernando meminta elite Gerindra tidak mengambil langkah yang dapat membuat Dedi merasa tidak nyaman. Dia menilai situasi tersebut bisa memengaruhi arah politik Dedi menjelang Pilpres 2029.
"Kalau ada perilaku dari elit Partai Gerindra yang membuat Dedi Mulyadi merasa tidak nyaman, maka sangat mungkin akan memilih bergabung dengan partai lain dan menjadi lawan Prabowo pada pilpres 2029," kata Fernando Emas, Jumat (14/8/2026)
Fernando menilai perpindahan dukungan atau kendaraan politik dapat membuka peluang bagi partai lain untuk mengusung Dedi. Karena itu, dia mendorong Gerindra mempertahankan komunikasi dan soliditas dengan seluruh kader potensial.
Menurut Fernando, peningkatan elektabilitas Dedi juga dapat memberikan keuntungan bagi Gerindra. Partai tersebut dapat memanfaatkan popularitas Dedi sebagai salah satu modal politik untuk menghadapi kontestasi nasional pada 2029.
"Kalau elektabilitas Dedi Mulyadi akan terus meningkatkan, maka akan sangat mungkin dilamar oleh partai lain untuk diusung menjadi capres atau cawapres 2029," ujar Fernando.
Elektabilitas Dedi 35 Persen, Prabowo 14,5 Persen
SMRC merilis hasil survei pada 29 Juli 2026 yang menunjukkan posisi Dedi Mulyadi berada di atas Prabowo Subianto dalam simulasi semi terbuka dengan 20 nama calon presiden.
Dedi memperoleh elektabilitas 35 persen. Sementara itu, Prabowo mencatat elektabilitas 14,5 persen.
Anies Baswedan menempati posisi ketiga dengan 8,2 persen. Gibran Rakabuming Raka memperoleh 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, dan Mahfud MD 4 persen.
Sekitar 12,8 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban.
Hasil tersebut kemudian memunculkan perhatian terhadap posisi Dedi dan Prabowo dalam peta politik menuju Pilpres 2029. Fernando menilai Gerindra dapat menjaga kedua figur tersebut untuk memperkuat posisi politik partai.
Ia juga menilai Gerindra tidak perlu melihat tingginya elektabilitas Dedi sebagai ancaman bagi Prabowo. Sebaliknya, partai dapat menjadikan kondisi tersebut sebagai peluang untuk mempertahankan kekuatan politik sekaligus memperluas pilihan menghadapi Pilpres 2029.
