Viral Pegawai SPPG Jember Pamer Gaji untuk Beli iPhone, Bupati Ancam Cabut Operasional
Viral video pegawai SPPG di Jember pamer gaji pertama untuk membeli iPhone memicu kontroversi di media sosial. Bupati Jember Gus Fawait bereaksi keras dan mengancam mencabut operasional SPPG yang tidak bekerja sesuai SOP, terlebih di tengah keluhan kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
INFOBAIK I JEMBER – Jagat media sosial dihebohkan dengan video sejumlah pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember yang memamerkan penggunaan gaji pertama mereka.
Dalam video tersebut, para pegawai berdiri sambil memegang papan yang menyatakan rencana penggunaan gaji, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga membeli iPhone.
Aksi tersebut langsung menuai reaksi keras dari masyarakat. Pasalnya, video itu muncul di tengah keluhan orang tua siswa terkait kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak dan jauh dari standar anggaran yang seharusnya.
Dalam rekaman yang viral, para pegawai tampak tersenyum sambil menunjukkan rencana penggunaan gaji mereka. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pernyataan ingin menggunakan gaji untuk membeli iPhone, yang kemudian memicu kritik luas dari warganet.
Pemerhati pendidikan di Jember, Saiful Bahri, menilai aksi tersebut tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat. Ia menilai tindakan pamer gaji itu sangat tidak sensitif, terutama di tengah banyaknya warga yang masih mengalami kesulitan ekonomi.
“Aksi ini sangat konyol. Di tengah masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi, mereka malah pamer gaji yang bahkan disebut lebih besar dari guru PPPK paruh waktu. Ini tentu melukai perasaan masyarakat,” ujar Saiful Bahri.
Kontroversi semakin memanas setelah muncul laporan dari sejumlah siswa sekolah dasar terkait kualitas makanan yang diterima dalam program MBG. Beberapa siswa di SDN Sumbersari 2 mengaku pernah menerima buah yang tidak layak dikonsumsi.
Seorang siswa bernama Naura mengungkapkan bahwa buah yang diterima selalu dalam kondisi busuk sehingga tidak bisa dimakan. Hal serupa juga disampaikan siswa lain yang menyebut jeruk dan pisang yang dibagikan sudah rusak hingga guru mereka melarang untuk mengonsumsinya demi alasan kesehatan.
Kondisi ini membuat sejumlah wali murid merasa prihatin. Salah satu orang tua siswa, Jumadi, menilai program MBG yang digagas pemerintah sebenarnya sangat baik untuk mendukung gizi anak-anak. Namun ia menilai pelaksanaan di lapangan masih jauh dari harapan.
"Programnya bagus, tapi pelaksanaannya di bawah amburadul. Kalau terus seperti ini, kami akan melapor ke bupati atau instansi terkait agar ada pembenahan," katanya.
Menanganggap polemik yang terus berkembang, Bupati Jember Ahmad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait memberikan pernyataan tegas. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas berbagai kendala yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG di wilayahnya.
Menurutnya, program tersebut merupakan niat baik pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi anak bangsa sehingga tidak boleh dirusak oleh oknum pelaksana yang bekerja tidak profesional.
Gus Fawait menegaskan pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang dinilai tidak menjalankan tugas sesuai standar operasional.
"Ini bukan salah Presiden. Program ini sangat baik untuk masa depan anak-anak kita.Tetapi jika di tingkat bawah ada yang tidak bekerja sesuai SOP, saya ingatkan SPPG yang nakal untuk berhati-hati. Kami tidak segan menganjurkan penghentian operasional bagi yang tidak karena bekerja," tegasnya.
Polemik ini pun menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi momentum evaluasi agar program menyediakan gizi bagi anak sekolah benar-benar berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan generasi muda Indonesia.
