Wanita Asal Inggris Ini Kecanduan Ngemil Bedak Bayi

Dec 9, 2025 16:00 · 10 bulan lalu
Wanita Asal Inggris Ini Kecanduan Ngemil Bedak Bayi
Ilustrasi

INFOBAIK.ID SAYA BANDUNG,- Kecanduan main game, media sosial mungkin umum dialami orang di era serba digital. Namun, kasus kecanduan cukup unik dialami oleh seorang wanita asal Inggris, Lisa Anderson

Anderson menemukan dirinya suka menyantap bedak bayi. Gejala ini muncul sejak kelahiran anak kelimanya 15 tahun lalu. Dia selalu punya bedak bayi di rumah. Bedak awalnya rutin diaplikasikan pada kulit sang anak dan lama-kelamaan dirinya pun ikut menikmati bedak.

"Suatu hari saya ingat berada di kamar mandi dan aromanya begitu memikat. Cuma ada sedikit di atas tutup botol. Tiba-tiba saya ingin menyantapnya dan saya tidak bisa melawan. Saya menjilatnya dari tangan dan sangat menikmatinya," ujar Anderson mengutip dari Fox News.

Kecanduan ini berlanjut sampai-sampai klaim tak bisa lepas dari bedak bayi, bahkan lebih dari 30 menit. Saat berada di tempat umum, dia berusaha memuaskan hasratnya dengan permen karet.

Anderson mengaku dirinya paling lama 'berpisah' dengan bedak bayi selama dua hari. Baginya itu hari terburuk dalam hidup. Demi bisa memenuhi keinginannya makan bedak bayi, tiap minggu dia harus menyisihkan US$13 atau sekitar Rp178ribu.

Mantan rekan Anderson mengetahui kebiasaan aneh ini 10 tahun lalu. Dia merasa curiga akan tingkah laku Anderson dan mendorongnya untuk memeriksa diri ke tenaga profesional.

Anderson sebelumnya memang sudah mengalami depresi dan kecemasan. Ada kemungkinan Anderson mengalami pica. Pica merupakan gangguan makan termasuk makanan yang tidak lazim dikonsumsi dan tidak memiliki nilai gizi.

Gejalanya, pasien biasanya sangat menikmati makan sesuatu yang tak layak makan semisal debu, rambut, lempeng besi, abu atau tanah lempung. Gangguan kesehatan mental juga jadi faktor risiko pica seperti skizofrenia atau autisme.

"Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi. Namun ternyata itu adalah suatu kondisi. Dan saya hanya ingin memberi tahu orang lain bahwa mereka tidak sendirian," katanya.