150 Teknisi Telkom Akses Pulihkan Jaringan NTT dalam 3 Hari Pascagempa

Lebih dari 150 teknisi Telkom Akses dikerahkan memulihkan jaringan telekomunikasi NTT pascagempa. Konektivitas kembali pulih dalam tiga hari.

Sep 3, 2026 10:00 · 1 bulan lalu
150 Teknisi Telkom Akses Pulihkan Jaringan NTT dalam 3 Hari Pascagempa
150 Teknisi Telkom Akses Pulihkan Jaringan NTT dalam 3 Hari Pascagempa

INFOBAIK I NUSA DUA, Bali - Pemulihan konektivitas menjadi salah satu pekerjaan penting setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). PT Telkom Akses mengerahkan lebih dari 150 teknisi untuk menangani gangguan infrastruktur jaringan di sejumlah wilayah terdampak hingga layanan telekomunikasi kembali pulih.

Upaya pemulihan tersebut berhasil mengembalikan konektivitas dan layanan digital TelkomGroup di wilayah NTT secara penuh dalam waktu tiga hari.

Kecepatan pemulihan menjadi penting karena jaringan telekomunikasi dibutuhkan untuk mendukung komunikasi masyarakat sekaligus koordinasi berbagai pihak selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

Baca Juga: Connectivity+ Telkom Dorong Pemerataan Akses Digital

Direktur Utama Telkom Akses Irphan Wijaya mengatakan, kondisi bencana membuat proses perbaikan jaringan menghadapi tantangan berbeda dibandingkan penanganan gangguan dalam kondisi normal.

"Karena itu, kami memastikan tim di lapangan dapat bergerak cepat untuk memulihkan infrastruktur jaringan dan mendukung masyarakat agar tetap terhubung," ujar Irphan dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, percepatan pemulihan jaringan ditopang kesiapan personel, koordinasi operasional, serta kemampuan teknisi beradaptasi dengan kondisi lapangan yang dinamis.

Tim teknisi tidak hanya melakukan identifikasi sumber gangguan, tetapi juga memeriksa kondisi jaringan dan memperbaiki sejumlah titik yang terdampak. Pekerjaan dilakukan di tengah keterbatasan akses, perubahan kondisi medan, serta potensi bahaya yang muncul setelah gempa.

Di Ende, misalnya, teknisi harus menangani gangguan pada kawasan yang memiliki risiko longsor dan berada dekat dengan jurang. Kondisi tersebut membuat proses penarikan dan penyambungan kabel membutuhkan pengamanan serta pemeriksaan lokasi sebelum pekerjaan dimulai.

Aspek keselamatan juga menjadi bagian dari proses pemulihan. Telkom Akses menerapkan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE), mulai dari penggunaan alat pelindung diri, komunikasi antarpersonel, pemeriksaan lingkungan kerja, hingga penerapan prosedur keselamatan selama pengerjaan.

Irphan menegaskan, kecepatan pemulihan tidak boleh mengesampingkan keselamatan teknisi yang bekerja di lapangan.

"Kami mengapresiasi seluruh teknisi yang terus menunjukkan dedikasi untuk hadir di tengah masyarakat NTT. Mereka tidak hanya menjalankan pekerjaan teknis, tetapi juga membawa misi untuk memastikan konektivitas dapat kembali mendukung aktivitas masyarakat. Namun, yang tidak kalah penting, seluruh teknisi harus tetap mengutamakan keselamatan dan dapat kembali kepada keluarga dalam kondisi selamat," katanya.

Setelah pemulihan seluruh site di NTT rampung, Telkom Akses melanjutkan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur jaringan di wilayah operasional Flores. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan layanan selama proses normalisasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan gangguan lanjutan.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana, ketersediaan jaringan telekomunikasi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar akses komunikasi. Konektivitas menjadi sarana untuk menghubungi keluarga, memperoleh informasi, menjalankan aktivitas sehari-hari, serta mendukung koordinasi di lapangan.

Dengan demikian, pemulihan jaringan dalam tiga hari tersebut menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur, personel, dan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan layanan telekomunikasi ketika terjadi gangguan akibat bencana.