5,9 Juta Lansia di Jabar Jadi Perhatian, DPRD Dorong Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’
Komisi V DPRD Jawa Barat mendukung Program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” untuk meningkatkan kualitas hidup 5,9 juta lansia di Jabar agar tetap sehat, aktif, produktif, dan berdaya.
INFOBAIK I BANDUNG — Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” yang digagas DP3AKB Provinsi Jawa Barat.
Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Jawa Barat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah menegaskan, keberadaan sekolah lansia saat ini menjadi kebutuhan penting agar para perempuan lanjut usia tetap sehat, aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Menurutnya, persoalan lansia tidak bisa dipisahkan dari urusan keluarga dan pembangunan sosial masyarakat. Karena itu, DPRD Jawa Barat memberikan perhatian serius terhadap berbagai program pemberdayaan lansia perempuan.
“Saya sebagai Anggota DPRD selalu memberikan dukungan untuk peningkatan urusan perempuan, keluarga, dan anak, dan lansia itu ada di urusan keluarga. Sehingga saya sebagai wakil rakyat mendengarkan 5,9 juta lansia untuk hadir menjadi miniatur bahwa sekolah lansia itu sangat dibutuhkan oleh para lansia,” ujar Siti saat menghadiri kegiatan di Rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (18/5/2026)
Siti menambahkan, Komisi V DPRD Jawa Barat mendukung penuh program yang dijalankan DP3AKB Provinsi Jawa Barat sebagai mitra kerja dalam meningkatkan kesejahteraan lansia, khususnya perempuan.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti menjelaskan, Program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” lahir dari kondisi meningkatnya angka penduduk lansia di Jawa Barat yang kini telah memasuki kategori aging population.
“Angka terakhir aging population kita mencapai 11 persen. Dari total penduduk Jawa Barat, sekitar 5,9 juta merupakan lansia, dan jumlah lansia perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, yakni mencapai 51,71 persen,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, DP3AKB memandang perlu menghadirkan program pendidikan nonformal bagi perempuan lansia. Program ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan, keterampilan, hingga dukungan psikososial agar para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, mandiri, dan bermakna.
Selain menjadi ruang belajar, Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” juga diharapkan menjadi wadah interaksi sosial bagi para lansia agar tetap percaya diri dan memiliki peran aktif di tengah keluarga maupun masyarakat.
Melalui program tersebut, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap perempuan lansia tidak hanya menjadi kelompok yang menerima perhatian, tetapi juga tetap berdaya dan mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya.
