6 Kuliner Legendaris Bandung yang Bertahan Lintas Generasi, Ada yang Eksis Sejak 1930
6 kuliner legendaris Bandung yang bertahan lintas generasi, mulai Warung Kopi Purnama sejak 1930 hingga Mie Naripan sejak 1965.
INFOBAIK I BANDUNG - Bandung tak hanya menawarkan deretan kafe modern dan kuliner kekinian. Di sejumlah sudut kota, masih terdapat tempat makan legendaris yang mempertahankan resep serta atmosfer tempo dulu hingga kini.
Keberadaan kuliner lama tersebut menjadi bagian dari perjalanan gastronomi Kota Bandung. Beberapa tempat bahkan telah melewati usia puluhan tahun dan tetap menjadi pilihan masyarakat maupun wisatawan yang ingin mencicipi hidangan dengan cita rasa klasik.
Berikut sejumlah tempat makan legendaris di Bandung yang dapat menjadi pilihan untuk wisata kuliner sekaligus menikmati suasana kota dari sisi yang berbeda seperti dikutip Kompas.com
BACA JUGA: 88 Tenant Kuliner Legendaris Ramaikan Festival Kuliner Bandung
1. Warung Kopi Purnama
Warung Kopi Purnama menjadi salah satu destinasi kuliner dengan sejarah panjang di Bandung. Tempat ini telah berdiri sejak tahun 1930 dan dikenal dengan suasana klasik yang masih dipertahankan.
Pengunjung dapat menemukan sejumlah menu seperti kopi tubruk, kopi susu, roti dengan selai srikaya hingga nasi goreng kampung. Interior dengan meja kayu dan berbagai foto lama turut memberikan nuansa Bandung tempo dulu.
Lokasinya berada di Jalan Alkateri No.22, Braga, Kecamatan Sumur Bandung.
2. BMC atau Bandoengsche Melk Centrale
Bandoengsche Melk Centrale (BMC) memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan tradisi konsumsi susu dan kuliner di Bandung. Tempat yang dikenal sejak 1928 ini menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner dengan atmosfer klasik.
Selain minuman berbahan susu, tersedia pula makanan dan camilan yang dapat dinikmati saat bersantai.
BMC berada di Jalan Aceh No.30, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung.
3. Toko Kamu
Toko You telah dikenal sebagai rumah makan keluarga sejak tahun 1947. Tempat ini mempertahankan konsep sederhana dengan pilihan makanan yang melekat dengan cita rasa klasik.
Salah satu menu yang banyak dicari adalah mi yamin, baik dengan rasa manis maupun asin. Selain itu, tersedia nasi goreng, rawon, ayam mentega, bihun dan mi kuah.
Toko You berlokasi di Jalan Hasanudin No.12, Lebakgede, Kecamatan Coblong.
4. Rumah Makan Linggarjati
Rumah Makan Linggarjati telah ada sejak tahun 1950 dan menjadi salah satu nama yang sering dikaitkan dengan kuliner klasik Bandung.
Menu mi yamin menjadi salah satu pilihan, dengan varian manis dan asin serta sejumlah pelengkap seperti bakso, babat, kikil dan ayam. Ada pula es alpukat yang menjadi salah satu menu khas.
Rumah makan ini berada di Jalan Balonggede No.1, Balonggede, Kecamatan Regol.
5. Roti Gempol
Bagi pencinta sarapan atau camilan sederhana, Roti Gempol dapat menjadi pilihan. Toko roti yang telah ada sejak tahun 1958 ini dikenal dengan sajian roti bakarnya.
Pilihan toppingnya beragam, mulai dari rasa manis hingga kombinasi gurih seperti daging, telur, dan keju. Roti dapat dipilih menggunakan roti putih maupun gandum.
Roti Gempol berada di Jalan Gempol Wetan No.14, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan.
6. Mie Naripan
Mie Naripan menjadi salah satu tujuan kuliner lama bagi pencinta mi di Bandung. Rumah makan ini telah dikenal sejak tahun 1965 dan mempertahankan resep yang diwariskan lintas generasi.
Menu mi yamin tersedia dalam pilihan manis dan asin. Pelengkapnya antara lain bakso, pangsit dan babat. Pengunjung juga dapat memilih mi kuah dengan cita rasa khas.
Mie Naripan beralamat di Jalan Naripan No.108, Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung.
Keberadaan tempat-tempat tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kuliner Bandung tidak hanya ditandai dengan munculnya restoran dan kafe baru. Kuliner yang telah bertahan selama puluhan tahun juga menjadi bagian dari identitas kota dan menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Dengan resep yang dipertahankan serta suasana yang masih memiliki sentuhan masa lalu, tempat makan legendaris tersebut menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati kuliner sekaligus mengenal sisi bersejarah Bandung.
