Aksi Bela Palestina, Rakyat Titip Amanat untuk Pidato Prabowo di PBB

Ribuan massa dari Free Palestine Network (FPN) menggelar Aksi Simpatik Nasional di berbagai kota Indonesia, Minggu (21/9), untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB pada 23 September 2025.

Sep 22, 2025 17:52 · 12 bulan lalu
Aksi Bela Palestina, Rakyat Titip Amanat untuk Pidato Prabowo di PBB
Aksi Bela Palestina, Rakyat Titip Amanat untuk Pidato Prabowo di PBB

INFOBAIK I JAKARTA, - Ribuan massa dari Free Palestine Network (FPN) menggelar Aksi Simpatik Nasional di berbagai kota Indonesia, Minggu (21/9), untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB pada 23 September 2025.

Di Jakarta, massa memadati Bundaran HI sebelum long march menuju Istana Presiden. Tiga spanduk raksasa dan ratusan poster dukungan terbentang. Banyak warga car free day ikut berhenti, lalu menuliskan tanda tangan di spanduk solidaritas.

“FPN menyerukan kepada Bapak Prabowo untuk memimpin dunia menghentikan genosida di Palestina,” tegas Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC.

Ia membeberkan hasil riset akademisi internasional Prof. Richard Hil dan Dr. Gideon Polya, bahwa korban tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 680 ribu jiwa, dengan 380 ribu di antaranya balita.

Furqan menambahkan, Indonesia memiliki modal sejarah besar untuk kembali menjadi pelopor perjuangan dunia. Dari Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung yang menginspirasi lebih dari 40 negara merdeka, hingga kiprah memimpin Gerakan Non-Blok yang meredam potensi pecahnya perang dunia ketiga.

“Sejarah membuktikan Indonesia selalu berdiri di garis depan melawan kolonialisme. Kini, saatnya Presiden Prabowo melanjutkan estafet sejarah itu di PBB,” ujarnya.

Prabowo sendiri sejak awal menjabat telah berulang kali menegaskan dukungan pada Palestina di forum internasional, termasuk KTT D8 Mesir, Parlemen Turki, Antalya Diplomacy Forum, Parlemen OKI, hingga forum BRICS.

Kini, panggung Sidang Umum PBB disebut sebagai momentum strategis untuk menggemakan amanat konstitusi: menghapuskan penjajahan di muka bumi dan mewujudkan perdamaian abadi berdasarkan keadilan sosial.

Selain di Jakarta, aksi serentak juga digelar di Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Pekanbaru, Makassar, Kendari, Majene, hingga Baubau. Gelombang rakyat ini seolah menjadi “mandat moral” yang dititipkan untuk Prabowo saat menyampaikan pidato di New York.