Bangun Peradaban Baru, Dedi Mulyadi Tantang UPI Kokohkan Identitas Bumi Siliwangi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menantang UPI menguatkan kembali filosofi Bumi Siliwangi sebagai fondasi peradaban pendidikan berbasis budaya Sunda bernilai global.

Oct 20, 2025 13:46 · 12 bulan lalu
Bangun Peradaban Baru, Dedi Mulyadi Tantang UPI Kokohkan Identitas Bumi Siliwangi
Bangun Peradaban Baru, Dedi Mulyadi Tantang UPI Kokohkan Identitas Bumi Siliwangi

INFOBAIK I BANDUNG, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menantang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk kembali memperkokoh identitas “Bumi Siliwangi” sebagai landasan membangun peradaban baru di dunia pendidikan nasional. Pesan tersebut ia sampaikan saat menyampaikan perayaan pada peringatan Dies Natalis ke-71 UPI di Gedung Achmad Sanusi, Kota Bandung, Senin (20/10/2025).

Dalam pidatonya, Dedi menegaskan bahwa UPI memiliki posisi strategis sebagai penghasil tenaga pendidik, ilmuwan, dan pemikir bangsa. Oleh karena itu, UPI menurutnya harus menampilkan peradaban pendidikan yang berbeda: modern, global, namun tetap diterapkan pada nilai-nilai luhur masyarakat Sunda.

 “Saya ingin mengembalikan titah dasar bahwa UPI mendeklarasikan diri sebagai Bumi Siliwangi. Ini bukan sekedar simbol sejarah, tapi berorientasi pada peradaban masa depan yang berpijak pada nilai lokal namun berwawasan global,” ujar Dedi.

Dedi menilai, pendidikan Indonesia selama ini terlalu fokus pada filosofi Barat tanpa melakukan adaptasi pada realitas sosial daerah. Padahal, kekayaan budaya Nusantara menyimpan banyak nilai kemanusiaan yang relevan untuk masa depan pendidikan.

 “Kita selalu bergulat pada filosofi Prancis, Yunani, atau Romawi, padahal mereka belum pernah hidup jadi Ketua RT di sini,” ucapnya disambut tawa peserta acara.

Lebih jauh lagi, ia menekankan pentingnya menjadikan nilai silih asah, silih asih, silih asuh dan Panca Waluya sebagai orientasi pendidikan karakter di UPI. Dedi menyebut UPI sebagai miniatur negara, yang harus mampu melahirkan sosok berilmu, berbudaya, dan berjiwa sosial. Ia mencontohkan keberadaan Kedokteran UPI, yang menurutnya ideal menghasilkan dokter humanis, bukan pragmatis.

Melalui refleksi tersebut, Dedi mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan momentum Dies Natalis ke-71 sebagai titik balik untuk mengokohkan identitas pendidikan Indonesia. Ia menegaskan, globalisasi harus disikapi bukan dengan meninggalkan akar budaya, melainkan menjadi landasan untuk melompat lebih tinggi.

 “Peradaban itu dibangun oleh jati diri, bukan meniru. UPI harus memimpin lompatan itu,” tegas Dedi.

Dengan semangat Bumi Siliwangi, Dedi meyakini UPI dapat berdiri sebagai pusat pembentukan karakter bangsa yang abadi — bukan hanya perguruan tinggi penghasil sarjana, tetapi penghasil peradaban.