Berawal dari Kebutuhan Pekerja Kereta, Perkedel Bondon Jadi Ikon Kuliner Malam Bandung

Perkedel Bondon Bandung diperkirakan hadir sejak era 1980-an.

Oct 14, 2026 12:00 · 19 jam lalu
Berawal dari Kebutuhan Pekerja Kereta, Perkedel Bondon Jadi Ikon Kuliner Malam Bandung
Berawal dari Kebutuhan Pekerja Kereta, Perkedel Bondon Jadi Ikon Kuliner Malam Bandung/ iNewsbandungraya

INFOBAIK I BANDUNG – Tidak semua kuliner legendaris lahir dari resep istimewa atau strategi bisnis yang dirancang sejak awal. 

Di Bandung, Perkedel Bondon justru tumbuh dari kebutuhan sederhana para pekerja kereta api yang kesulitan mencari makanan pada malam hari. Berawal dari warung nasi biasa pada era 1980-an, sajian berbahan dasar kentang ini bertahan lintas generasi hingga dikenal sebagai salah satu ikon kuliner malam Kota Kembang.

Berlokasi di Jalan Stasiun Timur, kawasan sekitar Stasiun Bandung, Perkedel Bondon memiliki karakteristik yang berbeda dari kebanyakan tempat makan. Ketika sebagian besar usaha kuliner mulai menutup layanan pada malam hari, warung ini justru membuka aktivitasnya sekitar pukul 22.00 WIB hingga menjelang subuh.

Kebiasaan tersebut bukan sekadar penyesuaian jam operasional, melainkan bagian dari sejarah panjang usaha yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

BACA JUGA:Menelusuri Jejak Kuliner Legendaris Bandung, 5 Sentra Tahu yang Bertahan Lintas Generasi

Riska Diana (28), generasi ketiga yang kini meneruskan usaha tersebut, mengatakan Perkedel Bondon diperkirakan mulai dikenal sejak dekade 1980-an. Namun, tahun pasti berdirinya usaha itu tidak diketahui karena dirintis oleh neneknya.

Menurut Riska, awal mula pembuatan perkedel tersebut tidak direncanakan untuk menjadi produk kuliner unggulan. Saat itu, neneknya menjalankan warung nasi di sekitar kawasan stasiun.

Pada masa tersebut, pilihan tempat makan yang beroperasi hingga larut malam masih terbatas. Kondisi ini menjadi persoalan bagi pegawai kereta api, termasuk masinis dan staf stasiun, yang baru menyelesaikan pekerjaan pada malam hari.

Mereka kerap kesulitan mendapatkan makanan setelah pergantian sif sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Situasi itulah yang kemudian mendorong lahirnya perkedel kentang sebagai alternatif makanan praktis bagi para pekerja.

Berawal dari kebutuhan tersebut, perkedel buatan sang nenek perlahan mendapat tempat di kalangan pegawai kereta api. Konsumen yang awalnya berasal dari lingkungan stasiun kemudian meluas ke masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Popularitasnya terus berkembang. Perkedel yang semula menjadi pilihan untuk mengganjal perut selepas bekerja kini turut menarik perhatian wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berburu kuliner malam di Bandung.

Warisan Kuliner yang Bertahan Lintas Generasi

Perjalanan Perkedel Bondon menunjukkan bagaimana kebutuhan masyarakat dapat menjadi titik awal tumbuhnya usaha kuliner yang bertahan selama puluhan tahun.

Keberlangsungan usaha tersebut juga memperlihatkan peran penting keluarga dalam menjaga tradisi kuliner. Tongkat estafet yang kini dipegang Riska menjadi bagian dari upaya mempertahankan usaha yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya.

Di tengah perkembangan industri kuliner yang semakin kompetitif, keberadaan usaha legendaris seperti Perkedel Bondon menawarkan daya tarik yang tidak hanya bertumpu pada produk, tetapi juga pada cerita di balik proses kelahirannya.

Jam operasional yang berlangsung hingga menjelang subuh turut membentuk identitas tersendiri. Aktivitas pembeli yang datang silih berganti pada malam hari menjadikan kawasan warung tersebut memiliki denyut ekonomi tersendiri ketika sebagian wilayah kota mulai sepi.

Bagi wisatawan, pengalaman menikmati kuliner pada malam hari dapat menjadi bagian dari perjalanan mengenal karakter sebuah kota. Sementara bagi pelaku usaha, sejarah dan konsistensi dalam melayani pelanggan menjadi modal untuk mempertahankan eksistensi di tengah perubahan zaman.

Perkedel Bondon pun menjadi contoh bagaimana usaha kuliner sederhana dapat berkembang melampaui tujuan awal pendiriannya. Dari upaya menyediakan makanan bagi pekerja kereta api yang pulang larut malam, perkedel kentang tersebut menjelma menjadi bagian dari cerita panjang kuliner Bandung.