Bhayangkara FC Batasi KTP Jabar Saat Lawan Persib Bandung, Ini Alasannya

Kontroversi tiket laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung, panpel larang pemilik KTP Jawa Barat beli tiket. Kebijakan ini picu reaksi Bobotoh jelang pertandingan panas Super League 2025–2026.

Apr 28, 2026 14:00 · 5 bulan lalu
Bhayangkara FC Batasi KTP Jabar Saat Lawan Persib Bandung, Ini Alasannya

INFOBAIK I BANDUNG,- Keputusan mengejutkan datang dari panitia pelaksana pertandingan antara Bhayangkara FC melawan Persib Bandung. Jelang laga panas Super League 2025–2026 yang akan digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, kebijakan penjualan tiket justru memicu sorotan publik.

Panpel resmi memberlakukan pembatasan ketat, termasuk melarang pembelian tiket bagi calon penonton dengan NIK KTP asal Jawa Barat. Kebijakan ini sontak menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan Bobotoh—sebutan bagi suporter setia Persib.

Penjualan tiket sendiri dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi suporter loyal Bhayangkara FC yang telah melakukan minimal tiga kali transaksi pembelian tiket kandang musim ini. Setelah itu, tiket dibuka untuk umum mulai 29 April 2026, dengan pembatasan satu NIK maksimal dua tiket.

Namun, poin paling mencolok adalah larangan bagi pemilik KTP Jawa Barat untuk membeli tiket. Aturan ini diduga sebagai langkah preventif guna menjaga keamanan pertandingan, mengingat besarnya basis pendukung Persib Bandung yang tersebar di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, proses penukaran tiket juga diperketat. Penonton diwajibkan mengambil tiket secara langsung dengan identitas asli. Jika diwakilkan, harus disertai surat kuasa resmi dan dokumen pendukung.

Harga tiket pertandingan ini dibanderol mulai Rp150 ribu hingga Rp300 ribu dan dapat dibeli melalui situs serta aplikasi resmi klub. Meski kebijakan ini bertujuan menjaga kondusivitas, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan efektivitas sekaligus keadilannya.

Laga ini dipastikan tetap menyedot perhatian publik. Selain faktor rivalitas, keputusan kontroversial terkait tiket justru membuat atmosfer pertandingan semakin panas bahkan sebelum kick-off dimulai.

Situasi ini menjadi ujian tersendiri bagi panitia dan pihak keamanan untuk memastikan pertandingan berjalan aman tanpa mengurangi semangat sportivitas di sepak bola Indonesia.