Bio Farma Bidik Pasar Amerika Latin dan Karibia

Bio Farma memperkuat diplomasi kesehatan Indonesia dengan membidik peluang kerja sama strategis di Amerika Latin dan Karibia melalui perdagangan vaksin, transfer teknologi, dan pengembangan industri life science global.

May 22, 2026 08:07 · 5 bulan lalu
Bio Farma Bidik Pasar Amerika Latin dan Karibia
Bio Farma Bidik Pasar Amerika Latin dan Karibia

INFOBAIK I JAKARTA, – PT Bio Farma terus memperkuat langkah ekspansi internasional dengan membidik kawasan Amerika Latin dan Karibia sebagai pasar strategis baru sektor kesehatan global. Langkah tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif perusahaan dalam forum 2nd Ambassadors’ Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean yang digelar Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026)

Forum internasional ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia. Dalam kegiatan tersebut, Direktur Sales Bio Farma, Fitri Puspadewi tampil sebagai salah satu narasumber yang memaparkan potensi kerja sama strategis sektor kesehatan dan life science.

Kehadiran Bio Farma dalam forum tersebut menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama industri kesehatan nasional yang mulai agresif memperluas pengaruh di pasar global. Bersama sejumlah perusahaan besar Indonesia seperti Pertamina, PLN Indonesia Power, PT Dirgantara Indonesia, Polytron, dan FKS Group, Bio Farma menyampaikan business pitching di hadapan para duta besar dan pelaku usaha internasional.

Fitri menegaskan bahwa kerja sama internasional yang dibangun Bio Farma tidak hanya fokus pada perdagangan produk kesehatan semata, tetapi juga penguatan kapasitas industri, transfer teknologi, hingga pembangunan sistem kesehatan berkelanjutan.

“Bio Farma memandang kerja sama internasional tidak hanya sebatas hubungan perdagangan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas, transfer teknologi, serta pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Fitri.

Selama ini, Bio Farma Group telah memiliki rekam jejak kerja sama dengan sejumlah negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia melalui suplai vaksin rutin bersama Pan American Health Organization (PAHO). Selain itu, anak usaha Bio Farma, Phapros, juga telah menjalin hubungan bilateral dengan negara seperti Argentina, Meksiko, dan Peru.

Menurut Fitri, kawasan Amerika Latin dan Karibia memiliki kesamaan tantangan dengan Indonesia dalam memperluas akses layanan kesehatan. Karena itu, peluang kolaborasi dinilai sangat terbuka, mulai dari perdagangan vaksin, pengembangan riset bersama, penguatan kapasitas manufaktur, hingga transfer teknologi kesehatan.

“Kami melihat adanya kesamaan tantangan dalam memperluas akses kesehatan, sehingga kolaborasi dapat dibangun dengan pendekatan kebutuhan dan manfaat bersama,” katanya.

Dalam forum tersebut, Bio Farma juga memperkenalkan berbagai kapabilitas perusahaan sebagai perusahaan life science nasional, mulai dari pengembangan vaksin, sistem manufaktur, riset dan pengembangan, hingga pengalaman membangun kemitraan global.

Partisipasi Bio Farma dinilai menjadi bagian penting dari upaya Indonesia memperkuat posisi dalam rantai nilai kesehatan global. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma membawa misi memperluas kontribusi Indonesia dalam diplomasi kesehatan internasional.

Melalui forum ini, Bio Farma berharap dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional di tingkat global. Perusahaan juga menargetkan perluasan akses produk kesehatan berkualitas ke pasar internasional yang terus berkembang.

Fitri menambahkan, transformasi Bio Farma menuju perusahaan life science berorientasi global membutuhkan kolaborasi lintas negara dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar internasional.

"Interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan global menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing Bio Farma di tingkat internasional,”pungkasnya