Bio Farma Eliminasi Kanker Serviks

Bio Farma memperkuat eliminasi kanker serviks di Indonesia setelah capaian imunisasi HPV 2025 mencapai 90,9 persen

Jul 22, 2026 17:56 · 3 bulan lalu
Bio Farma Eliminasi Kanker Serviks
Bio Farma Eliminasi Kanker Serviks

INFOBAIK I BANDUNG,- PT Bio Farma (Persero) memperkuat upaya eliminasi kanker serviks di Indonesia seiring capaian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) yang mencapai 90,9 persen pada 2025. 

Pencapaian tersebut melampaui target 90 persen yang ditetapkan dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Serviks 2030 dan menjadi fondasi perluasan program vaksinasi HPV di berbagai daerah.

Dukungan terhadap target nasional tersebut diwujudkan Bio Farma melalui webinar edukatif bertajuk "Closing the Gap on HPV: Clinical Strategies and Stigma-Free Counseling for HPV Elimination in Indonesia". 

Kegiatan ini meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pencegahan infeksi HPV, memperluas cakupan vaksinasi, serta menghapus stigma yang masih berkembang di masyarakat terhadap vaksin HPV.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, mengatakan capaian imunisasi HPV 2025 sebesar 90,9 persen berhasil diraih setelah pemerintah menerapkan kebijakan pemberian satu dosis vaksin bagi anak perempuan usia 11 tahun. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari uji coba di Jakarta pada 2016 hingga introduksi nasional pada 2023.

Menurutnya, pemerintah akan memperluas vaksinasi HPV kepada anak laki-laki secara bertahap mulai 2026 di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali, kemudian berlanjut ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027, serta Jawa Timur pada 2028. 

"Pemerintah juga akan memperluas kelompok usia sasaran vaksinasi bagi perempuan,"ujarnya, Selasa (22/7/2026)

Meski target imunisasi telah terlampaui, dr. Indri menilai tantangan masih berasal dari rendahnya literasi masyarakat dan maraknya informasi keliru mengenai vaksin HPV. Karena itu, tenaga kesehatan diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi berbasis ilmiah kepada masyarakat.

Dalam webinar yang diikuti sekitar 500 dokter umum dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah itu, Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Tofan Widya Utami menjelaskan Indonesia masih menghadapi angka kanker serviks tertinggi di Asia Tenggara. 

"Vaksinasi HPV menjadi strategi paling efektif untuk menekan kasus baru, terlebih dengan tersedianya vaksin kuadrivalen produksi dalam negeri,"katanya

Sementara itu, Direktur Komersial Bio Farma, Fitri Puspadewi, menyampaikan Bio Farma telah menyiapkan vaksin HPV Nusagard dan alat deteksi dini CerviScan sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional pencegahan dan pengendalian infeksi HPV.

Menurut Fitri, Nusagard memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 yang berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk kanker serviks. 

"Selain itu, CerviScan mendukung deteksi dini infeksi HPV sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat,"ujarnya

Melalui penguatan edukasi, penyediaan vaksin dan alat deteksi dini produksi dalam negeri, Bio Farma menegaskan dukungannya terhadap target eliminasi kanker serviks di Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional. 

"Upaya ini diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian imunisasi HPV pada tahun-tahun mendatang serta memperluas perlindungan bagi perempuan dan laki-laki dari risiko infeksi HPV,"pungkasnya