Bio Farma Tekan Biaya Energi hingga 37 Persen Lewat Fasilitas CNG

Bio Farma menekan biaya energi hingga 37 persen melalui pengoperasian fasilitas CNG untuk memperkuat efisiensi operasional, menurunkan emisi karbon 24 persen, dan mendukung transformasi berkelanjutan.

Jul 15, 2026 14:27 · 3 bulan lalu
Bio Farma Tekan Biaya Energi hingga 37 Persen Lewat Fasilitas CNG
Bio Farma Tekan Biaya Energi hingga 37 Persen Lewat Fasilitas CNG

INFOBAIK I BANDUNG – PT Bio Farma (Persero) terus memperkuat transformasi bisnis dengan menekan biaya energi melalui pengoperasian fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) di lingkungan perusahaan. 

Langkah ini diproyeksikan mampu menghemat biaya energi hingga sekitar 37 persen per tahun sekaligus meningkatkan keandalan operasional dan mendukung target keberlanjutan perusahaan.

Peresmian fasilitas CNG menjadi bagian dari strategi Bio Farma dalam membangun operasional yang lebih efisien, kompetitif, dan ramah lingkungan. 

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma menggandeng PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) untuk memperkuat ketahanan pasokan energi sekaligus mendorong transisi menuju penggunaan energi beremisi lebih rendah.

Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero), Iin Susanti, mengatakan pengoperasian fasilitas CNG merupakan langkah nyata perusahaan dalam mengintegrasikan efisiensi energi dengan prinsip keberlanjutan.

"Pengoperasian fasilitas CNG merupakan langkah konkret Bio Farma untuk membangun kegiatan usaha yang semakin efisien, berkelanjutan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma terus memperkuat fundamental perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang efektif, terukur, dan berorientasi jangka panjang," ujar Iin, Rabu (15/7/2026).

Fasilitas CNG dimanfaatkan untuk memasok energi boiler yang menghasilkan uap bagi proses produksi. Bio Farma menerapkan sistem dual fuel, yakni menggunakan CNG sebagai bahan bakar utama, sementara solar tetap disiapkan sebagai cadangan agar proses produksi tetap berjalan apabila terjadi gangguan pasokan gas.

Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak, penggunaan CNG diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon dioksida sekitar 24 persen dibandingkan penggunaan solar. Efisiensi biaya energi yang dihasilkan akan bergantung pada tingkat utilisasi fasilitas, kebutuhan produksi, harga energi, dan kondisi operasional.

Iin menegaskan Bio Farma akan terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dan sumber energi yang lebih efisien serta rendah emisi tanpa mengabaikan aspek keselamatan, keandalan produksi, dan kelayakan investasi.

Menurutnya, transformasi energi yang dilakukan perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kinerja sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi negara, masyarakat, dan lingkungan.

Fasilitas CNG yang dioperasikan Bio Farma dilengkapi shelter penerimaan gas, Pressure Regulating Station, sistem metering, jaringan pipa distribusi, hingga integrasi dengan burner dan panel kontrol boiler. Seluruh sistem dirancang agar proses penerimaan, pengaturan tekanan, dan distribusi gas berlangsung aman, andal, dan terukur.

Bio Farma juga menerapkan sistem keselamatan berlapis, mulai dari deteksi kebocoran gas, penghentian aliran otomatis, pengaturan tekanan, sistem proteksi kebakaran, hingga pengujian integritas jaringan pipa secara berkala.

Perusahaan memastikan inspeksi rutin, pemeliharaan preventif, pengujian peralatan, dan evaluasi risiko terus dilakukan agar fasilitas memenuhi standar keselamatan kerja, ketentuan teknis, dan regulasi lingkungan.

Kolaborasi dengan PGN Gagas menjadi bagian penting dalam memastikan pasokan CNG tetap andal. Kerja sama tersebut meliputi penyediaan energi, pembangunan infrastruktur penerimaan dan distribusi gas, hingga dukungan teknis untuk menjaga kelangsungan operasional fasilitas.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menyatakan sinergi dengan Bio Farma menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi, khususnya untuk sektor kesehatan yang membutuhkan pasokan energi stabil.

Ke depan, Bio Farma bersama PGN Gagas akan terus memantau konsumsi energi, efisiensi biaya, penurunan intensitas emisi, keandalan pasokan, serta aspek keselamatan operasional sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan pengelolaan energi.

Melalui pengoperasian fasilitas CNG tersebut, Bio Farma menargetkan peningkatan efisiensi operasional, penguatan daya saing perusahaan, serta kontribusi lebih besar terhadap transformasi industri nasional yang berkelanjutan.