Buffon Tetap Dukung Gattuso Meski Italia Gagal ke Piala Dunia

Gianluigi Buffon menegaskan tetap mendukung Gennaro Gattuso sebagai pelatih Timnas Italia meski Gli Azzurri gagal ke Piala Dunia dan mengungkap masa sulitnya di Juventus.

Sep 19, 2026 14:00 · 17 hari lalu
Buffon Tetap Dukung Gattuso Meski Italia Gagal ke Piala Dunia
Buffon Tetap Dukung Gattuso Meski Italia Gagal ke Piala Dunia

INFOBAIK I BANDUNG - Gianluigi Buffon menegaskan keputusannya mendukung Gennaro Gattuso sebagai pelatih Timnas Italia tidak berubah meski Gli Azzurri gagal melaju ke Piala Dunia setelah tersingkir dari Bosnia.

Pernyataan tersebut disampaikan Buffon dalam wawancara bersama Direktur Corriere dello Sport Ivan Zazzaroni di podcast Tutti in piazza yang dirilis pada pertengahan September 2026.

Buffon, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua delegasi Timnas Italia, mengatakan kegagalan melalui adu penalti tidak mengubah penilaiannya terhadap Gattuso.

"Saya mendorong untuk mendapatkannya sebagai pelatih dan saya akan melakukannya lagi sekarang, dia adalah orang yang tepat untuk momen yang sedang kami lalui. Bukan penalti yang gagal yang mengubah ide saya," ujar Buffon.

Di sisi lain, Buffon memilih meninggalkan jabatannya di tim nasional setelah kekalahan dari Bosnia. Dia menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas hasil yang diraih Italia.

"Setelah eliminasi melawan Bosnia saya memilih untuk pergi dan saya keluar dari sana dengan sangat baik karena saya adalah salah satu dari sedikit orang Italia yang mengambil tanggung jawab dan menyingkir," katanya.

Cerita Buffon Saat Berseragam Juventus

Buffon juga membuka kembali cerita mengenai masa sulitnya bersama Juventus pada musim 2010-2011. Cedera punggung yang membuatnya absen selama sekitar enam bulan disebut memengaruhi hubungannya dengan proyek klub.

Mantan kapten Juventus itu mengaku sempat merasa dirinya tidak lagi menjadi bagian penting dari rencana klub. Situasi tersebut membuatnya mempertimbangkan sejumlah tawaran dari klub lain.

"Ada satu momen di mana saya tidak lagi merasa berada di dalam proyek Juve dan sebagian itu adalah kesalahan saya," tutur Buffon

Pada periode tersebut, Buffon mengatakan dirinya sempat tidak berkomunikasi dengan pihak Juventus selama beberapa bulan. Ia kemudian bertemu dengan Andrea Agnelli serta mulai berinteraksi dengan Beppe Marotta dan Fabio Paratici.

Menurut Buffon, pada saat itu dirinya mendapat ketertarikan dari AS Roma dan Arsenal. Namun, situasi di Juventus kemudian berubah setelah adanya komunikasi langsung dengan manajemen.

"Saya berusia 32 tahun, saya tidak setua itu," ujarnya.

Buffon Bicara soal Kesalahan dalam Karier

Buffon juga merefleksikan berbagai kesalahan yang pernah dibuatnya sepanjang karier sebagai pesepak bola profesional.

Menurut dia, kesalahan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran ketika seseorang bersedia bertanggung jawab atas konsekuensi dari keputusan yang diambil.

"Masing-masing dari kita melewati momen-momen di mana merasa ada ketidaknyamanan tertentu dalam melakukan apa yang selalu dilakukan secara alami. Namun kesalahan berfungsi untuk tumbuh jika Anda sendiri yang membayar secara langsung dan mempertaruhkan wajah Anda," kata Buffon.

Ia mengakui telah melakukan banyak kesalahan selama perjalanan kariernya, tetapi memilih untuk menjadikannya sebagai bagian dari proses perkembangan dirinya.

Komentar Buffon tentang Como

Selain Italia dan Juventus, Buffon turut memberikan pandangan mengenai Como yang kini ditangani Cesc Fabregas.

Buffon menilai ekspektasi terhadap Como perlu disesuaikan dengan tantangan yang akan dihadapi klub tersebut, terutama karena harus menjalani kompetisi domestik sekaligus Liga Champions.

"Saya mendengar banyak orang yang, bahkan secara tidak sadar dan berniat baik, mencalonkannya sebagai kandidat pemenang scudetto," kata Buffon.

Dia menyebut keberhasilan Como finis di posisi ketiga seperti yang diraih pada musim sebelumnya sudah menjadi pencapaian besar. Menurut Buffon, posisi keempat juga merupakan hasil yang sangat baik, sementara finis di urutan kelima atau keenam tetap menunjukkan kinerja positif.

Buffon juga menyoroti tantangan bagi pemain yang belum terbiasa menjalani pertandingan setiap tiga hari akibat padatnya kalender kompetisi.

"Fabregas tidak bertindak sebagai pemadam kebakaran, dia bermain di tingkat yang sangat tinggi: harus memainkan acara-acara penting seperti Liga Champions, untuk pemain yang tidak terbiasa bermain setiap tiga hari, akan sulit," ujarnya.